Misi Mustahil? Kurniawan Dwi Yulianto Pede Garuda Muda Jinakkan Grup Neraka Piala Asia U-17
Jakarta, nusaetamnews.com : Legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, tetap memasang target tinggi meski Timnas U-17 Indonesia terjebak di “grup neraka” pada ajang Piala Asia U-17 2026. Berada satu kotak dengan raksasa seperti Jepang, China, dan Qatar, Kurniawan menegaskan mentalitas petarung adalah harga mati.
Targetnya jelas: mengulangi kesuksesan tahun lalu dengan mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.
Winning Mentality Lawan Raksasa Asia
Menghadapi tim-tim yang langganan juara, Kurniawan meminta anak asuhnya tidak minder. Baginya, status underdog justru bisa menjadi senjata rahasia untuk membuat kejutan.
“Kita tidak boleh kalah sebelum bertanding. Pemain harus percaya diri dan punya winning mentality. Di level Asia, kesalahan elementer sedikit saja bisa jadi bumerang. Semua tim punya peluang yang sama sebelum peluit kick-off berbunyi,” tegas Kurniawan di Lapangan A GBK, Jumat (24/4).
Update Skuad: Nasib Mierza & Amunisi Diaspora
Kabar kurang sedap datang dari lini serang. Striker andalan, Mierza Firjatullah, terancam dicoret karena cedera hamstring yang cukup serius. Kurniawan mengaku enggan berjudi dengan karier jangka panjang sang pemain.
Update Skuad Garuda Muda:
- Total Pemain: 23 pemain (Skuad Final difinalisasi Jumat malam).
- Pilar Absen: Mierza Firjatullah (Kemungkinan besar absen demi pemulihan cedera).
- Amunisi Tambahan: Mathew Baker dijadwalkan bergabung malam ini dan terbang bersama tim besok.
- Susulan: Mike Rajasa dan Noha Pohan akan langsung merapat ke Arab Saudi pada Minggu (26/4).
Road to Saudi Arabia
Rombongan Garuda Muda dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada Sabtu (25/4) besok dengan membawa 21 pemain terlebih dahulu. Turnamen ini menjadi ujian sesungguhnya bagi pasukan Kurniawan, mengingat Indonesia menjadi satu-satunya tim di grup tersebut yang belum pernah mencicipi trofi juara Piala Asia U-17.
Akankah kejutan tercipta? Yang pasti, publik sepak bola tanah air berharap magis “Si Kurus” bisa menular ke anak-anak asuhnya untuk menembus dominasi Jepang dan China. (ant/one)