Bidik Pasar IKN dan Wisata, Berau Tetapkan 10 Komoditas Unggulan untuk Dikembangkan IKM Lokal
TANJUNG REDEB, nusaetamnews.com : Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, resmi menetapkan 10 komoditas prioritas untuk digarap serius oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah strategis ini diambil agar pemerintah daerah bisa lebih fokus dan terarah dalam melejitkan produk unggulan lokal.
“Sebanyak 10 komoditas yang telah ditetapkan sebagai prioritas adalah olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta olahan rumput laut,” beber Kepala Dinas Koperindag Berau, Eva Yunita, di Tanjung Redeb, Sabtu (13/6).
Ke-10 komoditas ini tersebar merata di seluruh atau 13 kecamatan yang ada di Bumi Batiwakkal. Uniknya, masing-masing wilayah punya karakteristik keunggulan dan pangsa pasar tersendiri.
Hasil Gandeng Kampus, Gak Pakai Tebak-Tebakan
Penetapan daftar prioritas ini nggak asal pilih. Koperindag Berau menggandeng Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk melakukan riset mendalam.
Hasil kajian lengkap beserta basis data IKM dan rencana aksi lanjutannya pun sudah dipresentasikan ke publik pada Kamis (11/6) lalu. Data super lengkap ini bakal dipakai buat memetakan kebutuhan riil para pelaku IKM di lapangan.
“Adanya data yang jelas membuat kami bisa menyusun program dengan tepat sasaran, mulai dari pelatihan teknis, standardisasi mutu produk, kemudahan akses permodalan, hingga strategi pemasaran,” jelas Eva.
Ke depan, Pemkab Berau juga siap memfasilitasi promosi lewat pameran dan menyediakan space khusus untuk memajang produk karya IKM lokal agar makin dikenal luas.
Manfaatkan Efek Domino Wisata dan IKN
Eva optimistis peluang pasar buat produk IKM Berau terbuka lebar banget. Posisi geografis Berau dinilai sangat diuntungkan karena menjadi pintu gerbang pariwisata Kalimantan Timur, sekaligus tetangga dekat dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
Apalagi, Berau memang punya modal besar berupa kekayaan alam yang melimpah, mulai dari sektor kehutanan, perkebunan, hingga kelautan. Tinggal bagaimana kreativitas IKM menyulap bahan baku tersebut jadi produk bernilai jual tinggi.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, pengembangan IKM di Berau memang diarahkan agar berbasis inovasi dan siap bersaing di pasar yang lebih luas dengan dukungan Sistem Informasi Industri Nasional.
“Selama ini IKM terbukti jadi tulang punggung perekonomian yang tahan banting terhadap gejolak ekonomi. Peran mereka penting banget buat memeratakan kesejahteraan dan menyerap tenaga kerja hingga ke tingkat pedesaan,” pungkas Eva. (ant/one)