Subscribe

BI Kaltim Gandeng 6 Kampus, Cetak “Gen-Z” Melek Ekonomi Lewat Program Kebanksentralan

2 minutes read

SAMARINDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur resmi menjalin sinergi strategis dengan enam perguruan tinggi lokal untuk mendongkrak literasi kebanksentralan. Langkah ini diambil demi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap tempur di tengah dinamisnya ekonomi global.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan bahwa literasi keuangan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar mahasiswa agar lebih adaptif dan berdaya saing.

Perkuat 3 Pilar Utama

Program ini merupakan evolusi dari skema beasiswa sebelumnya, yang kini dikemas lebih komprehensif melalui tiga jalur utama:

  1. Pembelajaran: Edukasi mendalam mengenai mandat dan kebijakan bank sentral.
  2. Penelitian: Mendorong civitas academica melakukan riset strategis di bidang ekonomi.
  3. Pemberdayaan: Penguatan kapasitas komunitas penerima beasiswa BI, yakni Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Siapa Saja Kampus yang Terlibat?

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada Kamis (23/4) ini melibatkan enam institusi pendidikan ternama di Kaltim:

  • Universitas Mulawarman (Unmul)
  • UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda
  • Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM)
  • Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta)
  • Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)
  • Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani)

Kuliah Umum: Kupas Tuntas Sistem Pembayaran

Sebagai kick-off program, sebanyak 180 mahasiswa terpilih langsung “ditatar” dalam Kuliah Umum Kebanksentralan. Tak hanya teori, mereka juga diajak berdiskusi mengenai isu-isu panas seperti masa depan Sistem Pembayaran Indonesia dan pentingnya Pelindungan Konsumen di era digital.

“Kami ingin mahasiswa punya pemahaman komprehensif soal peran BI. Sinergi ini diharapkan menciptakan peluang luas bagi pengembangan SDM yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ungkap Jajang Hermawan di Samarinda, Sabtu (25/4/2026).

Dengan kolaborasi ini, BI Kaltim berharap gap antara teori akademis dan kebijakan ekonomi di lapangan semakin menipis, sekaligus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga update terhadap isu ekonomi strategis. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *