Subscribe

Bye-Bye Tambang! Dispar Kukar All-In Garap Sektor Ekraf Demi Transformasi Ekonomi

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com : Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) makin serius tancap gas menggarap sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf). Langkah berani ini diambil sebagai strategi “move on” dari ketergantungan pada sektor penggalian dan pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bumi Etam.

Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dermawan, menegaskan bahwa transformasi ekonomi bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata. Selain fokus pada sektor hijau seperti pertanian dan perikanan, Ekraf menjadi “anak emas” baru karena dinilai punya nyawa yang sejalan dengan pengembangan pariwisata.

Fokus pada 17 Subsektor: Dari Kuliner hingga Animasi

Saat ini, Kukar sudah memetakan potensi besar di 17 subsektor Ekraf. Meski kuliner dan kriya masih mendominasi, sektor-sektor berbasis digital mulai menunjukkan taringnya.

“Selain pariwisata, Ekraf dengan 17 subsektor usahanya terus kami perhatikan. Usaha yang paling menonjol saat ini adalah kuliner, kriya, dan seni pertunjukan. Tapi, kita juga melihat pertumbuhan pesat di bidang perfilman, animasi, musik, dan fotografi,” ujar Awang Agus di Tenggarong, Sabtu (25/4/2026).

Data Pelaku Ekraf Kukar (Update 2024)

Berdasarkan data terakhir, ekosistem kreatif di Kukar sudah cukup solid dengan total sekitar 4.000 pelaku usaha.

Kategori Usaha Jumlah Pelaku/Unit
Kuliner 3.101 unit
Kriya (Anyaman, Ukiran, Tenun, Batik) 287 unit
Sektor Lainnya (Fesyen, Fotografi, dll) ± 612 unit

Bangun Ekosistem hingga Tingkat Kecamatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tak mau hanya main di level kabupaten. Melalui pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) hingga ke level kecamatan, pemerintah ingin memastikan bantuan stimulan dan pelatihan berkelanjutan tepat sasaran.

Kolaborasi juga menjadi kunci. Dalam acara “Event Bookers Night Gathering” di Hotel Grand Elty Tenggarong (22/4), Awang Agus mengajak para praktisi dan pelaku usaha untuk saling “connect”.

“Ekraf itu intinya ide dan kreativitas. Kita harus bisa kasih nilai tambah di setiap produk supaya bisa bersaing di pasar. Kreativitas dan inovasi adalah kunci produksi dan marketing masa kini,” tambahnya.

Langkah masif ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru yang lebih berkelanjutan bagi generasi muda Kukar, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *