Subscribe

Wagub Ajak Mangkok Merah Borneo Kembangkan Seni Budaya Dayak

3 minutes read

SAMARINDA – Keberagaman suku dan budaya menjadi kekuatan penting Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong organisasi masyarakat ikut menjaga persatuan sekaligus mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal agar semakin dikenal luas.
Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji meminta Dewan Pimpinan Daerah Mangkok Merah Borneo Bersatu (DPD MMBB) Kaltim mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan seni, budaya dan adat Dayak.

Menurut Seno, keberagaman masyarakat Kaltim harus dirawat sebagai modal sosial untuk membangun daerah. Persatuan dan kondusivitas menjadi fondasi agar pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Kami selalu memperhatikan aspek-aspek suku bangsa di Kaltim ini,” kata Seno Aji saat menerima audiensi pengurus DPD MMBB Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (20/8/2026).

Seno menilai keberadaan MMBB memiliki posisi penting seperti organisasi kemasyarakatan lainnya. Ormas tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan melalui kegiatan sosial, budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap MMBB ikut mendukung penyebarluasan berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, ada peran lain yang dinilai tak kalah penting, yakni menjadikan seni dan budaya Dayak sebagai kekuatan identitas sekaligus potensi daerah.

“Seni dan budaya kita menjadi daya tarik orang untuk lebih dikenal dan dilihat langsung. Berarti potensi besar bagi MMBB untuk lebih intens mengembangkan seni budaya dan adat Dayak,” ujarnya.

Menurutnya, kekayaan budaya Dayak memiliki peluang besar untuk diperkenalkan bukan hanya di tingkat Kalimantan dan nasional, tetapi hingga panggung internasional. Keragaman sub-suku dan tradisi yang dimiliki menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik budaya dan pariwisata.

Di sisi lain, Sekretaris Umum DPD MMBB Kaltim Febry PM mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum memperkenalkan keberadaan MMBB sekaligus memperkuat silaturahmi dengan Pemprov Kaltim.

Febry menjelaskan, MMBB merupakan organisasi yang menghimpun masyarakat dari berbagai rumpun sub-suku Dayak dengan seni dan budaya sebagai salah satu perekat utama.

“Kami bagian dari 400 rumpun sub-suku Dayak yang berkembang sejak 1879 atau sejarah Tumbang Anoi di Pulau Borneo. MMBB mengumpulkan sub-suku melalui seni budaya,” jelasnya.

MMBB berpusat di Bengkayang, Kalimantan Barat, dan telah berkembang di sejumlah wilayah Kalimantan hingga Sarawak, Sabah dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Audiensi turut dihadiri Penasehat DPP MMBB W Emmy Offang, Sekretaris Dedi Damhudi, Wakil Ketua DPD MMBB Kaltim Sahrani, Ketua PAC Loa Kulu Asmudin, Sungai Kunjang Aci Mustofa, Tenggarong Seberang Andreas, serta jajaran DPC Kutai Kartanegara Hartono, M Nur dan Indra Asmuransyah. Serangkaian dari Pemprov Kaltim tampak mendampingi Wagub Seni Aji,
Sekretaris Badan Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan.

Keberagaman bukan sekadar identitas. Jika dirawat dengan persatuan dan dikembangkan melalui seni budaya, kekayaan tersebut dapat menjadi kekuatan baru bagi Kaltim untuk bergerak maju tanpa kehilangan akar budayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *