Bank Jatim Ekspansi ke Kaltim, Misi Dagang Jatim-Kaltim Dibidik Makin Kencang
SAMARINDA – Arus bisnis Jawa Timur dan Kalimantan Timur bakal mendapat tambahan amunisi. Bank Jatim bersiap membuka cabang di Balikpapan pada 9 Oktober 2026, langkah yang tak sekadar menyasar pasar perbankan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan dagang dua provinsi.
Rencana ekspansi bank milik Pemprov Jawa Timur itu mendapat sambutan dari Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud. Menurutnya, Kaltim memiliki pasar yang besar seiring geliat sektor pertambangan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga aktivitas perdagangan antardaerah yang terus berkembang.
“Kaltim sangat-sangat terbuka untuk investasi. Kehadiran Bank Jatim kita harapkan makin memperkuat hubungan dagang Kaltim dan Jatim,” kata Rudy saat menerima Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo di Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).
Rudy menyebut hubungan ekonomi Kaltim dan Jatim selama ini telah terbangun melalui berbagai misi dagang dan business matching. Bahkan, transaksi yang terhimpun sejak 2019 telah menembus lebih dari Rp1 triliun.
Kehadiran Bank Jatim dinilai bisa menjadi penghubung tambahan bagi pelaku usaha kedua daerah, terutama dalam akses pembiayaan, transaksi bisnis, hingga perluasan jaringan usaha.
Namun, Rudy juga mengingatkan agar Bank Jatim tidak berhenti di Balikpapan.
Menurutnya, Samarinda juga memiliki ceruk pasar yang kuat karena berstatus sebagai ibu kota provinsi sekaligus memiliki konektivitas dengan berbagai daerah di Kaltim.
“Kalau saya lebih cocok di Samarinda. Kalau perusahaan size besar, memang betul ada banyak di Balikpapan. Makanya perlu dilihat target market-nya, individu atau perusahaan,” ujarnya.
Bahkan, Rudy mendorong Bank Jatim mulai melihat IKN sebagai pasar berikutnya. Menurut dia, kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan Indonesia itu akan membuka ruang ekonomi baru, termasuk bagi sektor jasa keuangan.
“Ke depan Bank Jatim juga harus membuka cabang di IKN,” tegasnya.
Balikpapan Jadi Pintu Masuk
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan ekspansi ke Kaltim merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas kontribusi terhadap literasi dan inklusi keuangan nasional.
Balikpapan dipilih setelah melalui kajian kelayakan bisnis serta proses pengajuan perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami pilih Balikpapan karena secara bisnis lebih potensial. Kami juga mendengarkan masukan banyak komunitas Jawa Timur yang ada di Kaltim,” kata Winardi.
Kehadiran Bank Jatim di Kaltim juga tidak lepas dari keberadaan komunitas asal Jawa Timur yang cukup besar. Aspirasi komunitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam ekspansi layanan perbankan ke luar Jawa.
Winardi mengungkapkan, dari sekitar 42 juta penduduk Jawa Timur, saat ini sekitar 9 juta orang telah menjadi nasabah Bank Jatim.
Dengan dibukanya cabang di Balikpapan, Bank Jatim kini memiliki pijakan langsung di Kaltim. Dari titik tersebut, ekspansi bisnis dapat diarahkan untuk menangkap peluang ekonomi yang lebih luas, termasuk perdagangan antardaerah dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar IKN.
Masuknya Bank Jatim juga membuka ruang baru dalam memperkuat ekosistem perdagangan. Apalagi hubungan dagang Kaltim-Jatim selama ini telah berjalan dan terus dikembangkan melalui misi dagang serta business matching.
Artinya, cabang baru itu bukan hanya soal membuka kantor bank baru. Lebih jauh, Kaltim dan Jatim sedang mempertebal jalur ekonomi yang menghubungkan pasar, pelaku usaha, modal, dan peluang bisnis dua wilayah.