Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen Usai Bungkam Persik di Brawijaya
Kediri, nusaetamnews.com : Borneo FC resmi mengambil alih singgasana puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Kepastian ini diraih usai Pesut Etam mencuri poin penuh lewat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4).
Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh bomber asing, Koldo Obieta, pada menit ke-55. Memanfaatkan assist matang dari Mariano Peralta, Obieta berhasil membungkam ribuan Persik Mania yang memadati stadion.
Persik Dominan tapi Kurang Tajam
Meski bertindak sebagai tuan rumah, Persik Kediri sebenarnya tampil all out sejak peluit pertama dibunyikan. Tim asuhan Marcos Reina Torres ini mendominasi jalannya laga dan memaksa Borneo FC bermain lebih bertahan.
Namun, kegagalan penyelesaian akhir menjadi mimpi buruk bagi Macan Putih. Alih-alih mencetak gol, gawang mereka justru bobol melalui skema serangan balik cepat yang dibangun pemain Borneo.
“Kami bermain jauh lebih baik dan lebih kuat di semua aspek. Tapi inilah sepak bola; Anda butuh gol untuk menang. Borneo mencetak gol dari peluang yang sebenarnya tidak seharusnya terjadi,” ujar Marcos Reina Torres dengan nada kecewa usai laga.
Senada dengan pelatih, gelandang Persik, Bayu Otto, menyebut timnya sudah menjalankan strategi dengan matang. “Kami menguasai pertandingan dan punya banyak peluang, tapi keberuntungan belum berpihak,” tambahnya.
Misi Amankan Puncak
Di kubu lawan, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa Persik adalah lawan yang sangat merepotkan. Baginya, tiga poin di Kediri adalah hasil kerja keras kolektif untuk menjaga momentum juara.
“Babak pertama kami main bagus, tapi di babak kedua kami harus menyesuaikan strategi karena Persik terus menekan untuk menyamakan kedudukan. Kami apresiasi pemain yang bertarung habis-habisan,” ungkap Lefundes.
Kemenangan ini membawa Borneo FC mengoleksi 69 poin, sekaligus menggeser rival terdekatnya untuk menduduki posisi nomor satu di liga. Bek muda Borneo, Komang Teguh, menegaskan timnya tidak boleh jemawa karena jadwal padat sudah menanti di depan mata. (ant/one)