Subscribe

Siaga Kemarau Panjang, Pemkab Penajam Paser Utara ‘Gas Pol’ Amankan Pasokan Air Bersih

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai memasang kuda-kuda menghadapi ancaman krisis air bersih. Langkah ini menyusul peringatan dari BMKG yang memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan panjang dari biasanya.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi mitigasi demi memastikan warga tetap mendapatkan akses air meski cuaca sedang ekstrem.

“Pemerintah kabupaten bersiap antisipasi terjadinya krisis air bersih. Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah konkret menyusul prediksi BMKG soal kemarau panjang tahun ini,” ujar Abdul Rasyid di Penajam, Rabu (7/5).

Debit Air Mulai Drop di Sotek

Kondisi di lapangan menunjukkan penurunan debit air baku sudah mulai terasa di beberapa titik. Hal ini disebabkan oleh minimnya curah hujan dan terbatasnya sumber air alami di wilayah tersebut.

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kelurahan Sotek. Karena pengolahan air di wilayah ini sangat bergantung pada air hujan, kapasitas produksinya mulai menyusut:

  • Debit Awal: 110 liter per detik.
  • Kondisi Saat Ini: Turun ke angka sekitar 90 liter per detik.

“Sejumlah wilayah lainnya saat ini terpantau masih relatif aman, namun kami tetap waspada,” tambah Rasyid.

Strategi ‘Jemput Bola’ & Perluasan Tampungan

Untuk melawan kekeringan, Pemkab PPU tidak hanya mengandalkan sistem perpipaan, tapi juga menyiapkan armada distribusi langsung ke pemukiman warga.

Berikut adalah poin utama langkah antisipasi Pemkab PPU:

  • Optimasi Tampungan: Melakukan pendalaman dan perluasan area penampungan air agar cadangan air tidak terbuang sia-sia ke laut.
  • Distribusi Mobil Tangki: Menyiagakan armada tangki milik Perumda Danum Taka dan bekerja sama dengan mobil pemadam kebakaran untuk menyuplai wilayah yang krisis air.
  • Fokus Sumur Galian: Memberikan bantuan ekstra bagi warga yang selama ini masih bergantung pada sumur galian dan bor, yang biasanya menjadi sumber pertama yang mengering saat kemarau.

Solusi Jangka Panjang

Selain penanganan darurat ( short-term ), Pemkab PPU terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi permanen ketersediaan air bersih. Mengingat status PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), ketahanan air menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Intinya, kami ingin memastikan krisis air tidak mengganggu aktivitas warga. Mobil tangki akan langsung bergerak begitu ada laporan wilayah yang mengalami kekeringan parah,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *