Subscribe

Rayakan Hari Kartini, 24 Bocah “Arsitek Kata” di Sepaku Diajari Reda Gaudiamo Cara Bikin Buku

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Momen Hari Kartini di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini terasa beda dan penuh kreativitas. Bukannya pawai biasa, Otorita IKN bareng INOVASI (kemitraan Australia-Indonesia) justru menantang 24 siswa SD dari Gugus 1 Sepaku buat jadi penulis lewat pelatihan bertajuk “Suara Kecil untuk Bumi Nusantara”.

Acara yang digelar di SDN 019 Sepaku mulai Selasa (21/04/2026) ini menghadirkan sosok legendaris di dunia buku anak, Reda Gaudiamo. Penulis seri Na Willa sekaligus musisi ini turun tangan langsung buat “menularkan” virus menulis kepada para calon penggerak IKN.

Gak Cuma Gedung, SDM IKN Juga Dibangun Sejak Dini

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebut kalau anak-anak ini adalah pemilik masa depan Nusantara. Lewat menulis, mereka diajak buat lebih peka sama lingkungan sekitar.

“Kita ingin mengetuk hati anak-anak untuk mulai menulis. Kalianlah yang kelak akan mengisi dan membangun IKN, serta menjadi bagian dari Indonesia Emas,” ujar Alimuddin menyemangati para peserta.

Menulis Bisa Jadi Tiket Keliling Dunia

Di depan para siswa, Reda Gaudiamo memberikan motivasi yang bikin mata berbinar. Ia bercerita kalau lewat tulisan, karyanya gak cuma jadi buku, tapi sampai diadaptasi jadi film.

“Menulis juga membawa saya bertemu banyak orang dan menjelajahi berbagai tempat. Menulis itu penting, menyenangkan, dan seru,” ungkap Reda yang bikin suasana pelatihan jadi makin interaktif dan jauh dari kesan ngebosenin.

Belajar dengan Cara Seru & Eksploratif

Pelatihan ini didesain biar anak-anak gak cuma duduk diam. Mereka diajak:

  • Eksplorasi Lingkungan: Jalan-jalan di sekitar sekolah buat cari inspirasi.
  • Curhat Lewat Tulisan: Menuangkan hasil pengamatan mereka secara jujur.
  • Presentasi Karya: Berani tampil di depan teman-teman buat ceritain tulisan mereka.

Mendengar Suara dari “Penerima Manfaat”

Handoko Widagdo dari INOVASI menekankan kalau perspektif anak-anak itu penting banget. Baginya, mendengar suara anak lewat tulisan adalah cara terbaik buat tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan sebagai generasi yang tinggal di kawasan IKN.

Kepala Sekolah SDN 019 Sepaku, Suleiman Effendi, pun mengaku bangga sekolahnya jadi saksi lahirnya bibit-bibit penulis baru. Kegiatan ini jadi bukti kalau IKN serius menyiapkan fondasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *