102 Sekolah Direvitalisasi, Pemerintah Mulai Perkuat Fondasi SDM Kaltim Jelang Era IKN
Balikpapan – Di tengah besarnya perhatian terhadap pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah mulai menggenjot pembangunan yang tak kalah penting, yakni kualitas sumber daya manusia.
Sebanyak 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur resmi direvitalisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan daerah yang akan menjadi beranda depan Indonesia.
Peresmian dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Balikpapan, Jumat (5/6/2026). Program tahun 2025 itu menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Balikpapan, Samarinda dan Penajam Paser Utara (PPU).
Revitalisasi ini menjadi sinyal bahwa pembangunan pendidikan mulai mendapat perhatian serius seiring transformasi Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan baru nasional. Sebab, tantangan terbesar daerah bukan sekadar membangun gedung pemerintahan dan infrastruktur, tetapi menyiapkan generasi yang mampu bersaing saat arus investasi dan tenaga kerja masuk ke wilayah ini.
“Kalian harus belajar lebih giat lagi, lebih semangat lagi,” kata Abdul Mu’ti di hadapan ribuan siswa dan guru.
Menurutnya, sekolah yang nyaman dan layak harus diikuti peningkatan kualitas belajar. Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih dan indah, sekaligus membangun budaya sosial yang positif di kalangan pelajar.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Di balik bangunan baru itu, terdapat harapan untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM daerah.
“Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun harapan dan ruang masa depan,” ujar Rudy.
Pernyataan tersebut menjadi relevan mengingat Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses di sejumlah wilayah. Kehadiran fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus menekan kesenjangan pendidikan.
Rudy menegaskan, pendidikan tetap menjadi instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperkuat dukungan melalui program pendidikan gratis bagi mahasiswa hingga jenjang S3 dan bantuan perlengkapan sekolah bagi pelajar SMA dan SMK.
Komitmen pemerintah pusat terhadap pendidikan di Kaltim juga belum berhenti. Pada 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali mengalokasikan program revitalisasi untuk 21 satuan pendidikan tambahan di Balikpapan, Samarinda dan Penajam Paser Utara.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persiapan menuju era IKN tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, kantor pemerintahan atau kawasan permukiman, tetapi juga melalui investasi jangka panjang pada kualitas manusia yang akan mengisi masa depan Kalimantan Timur.