PAD Kutim 2025 Tembus 124 Persen, Bupati: Bukti Fiskal Kita Makin Solid & Kreatif!
Kutai Timur, nusaetamnews.com : abupaten Kutai Timur (Kutim) sukses mencatatkan performa finansial yang impresif sepanjang tahun 2025. Tak sekadar mencapai target, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim justru “pecah rekor” hingga 124,88 persen.
Berdasarkan data yang dirilis, dari target awal sebesar Rp441,16 miliar, Pemkab Kutim berhasil mengumpulkan pundi-pundi daerah hingga Rp550,93 miliar. Lonjakan ini menjadi sinyal positif di tengah total APBD Kutim 2025 yang menyentuh angka fantastis, yakni Rp9,37 triliun.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut capaian ini sebagai buah dari pengelolaan sumber pendapatan yang makin kreatif dan modern.
“Capaian ini mencerminkan kinerja fiskal daerah yang solid. Ini bukti bahwa optimalisasi pendapatan kita makin kreatif dan transparan,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Rabu (29/4).
Digitalisasi & Sinergi Jadi Kunci
Melonjaknya PAD Kutim bukan terjadi tanpa alasan. Bupati membeberkan sejumlah strategi “dapur” yang dilakukan pemerintah daerah, di antaranya:
- Digitalisasi Layanan: Mempermudah wajib pajak lewat sistem daring guna meminimalisir kebocoran.
- Pengawasan Ketat: Memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi agar lebih efektif.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Bidik Pajak Air Permukaan & Sektor Hiburan
Meski sudah melampaui target, Ardiansyah menegaskan pihaknya tidak ingin cepat puas. Pemkab kini mulai membidik potensi “harta karun” yang belum tergarap maksimal, salah satunya adalah pajak air permukaan.
Selain itu, sektor ekonomi masa kini seperti pajak hiburan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata di 18 kecamatan akan digenjot habis-habisan.
“Kita akan fokus mengoptimalkan sektor potensial yang tersebar di kecamatan. Termasuk mendorong UMKM dan promosi wisata agar ada multiplier effect bagi ekonomi warga,” tambahnya.
Mandiri Secara Fiskal
Capaian surplus ini menjadi indikator kuat bahwa Kutai Timur perlahan mulai menunjukkan kemandirian fiskal. Dengan basis pendapatan yang makin luas—mulai dari sektor transportasi, perhotelan, hingga kuliner yang terdampak wisata—Kutim optimistis tren positif ini akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.
“Strategi kita ke depan jelas: perkuat sektor potensial, perluas basis pajak, dan tingkatkan kepatuhan wajib pajak demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” tutup Ardiansyah. (ant/one)