Jamin Kelayakan Konsumsi Idul Adha, Pemkab Kukar Mulai Periksa Ketat Kesehatan Hewan Kurban
Tenggarong, nusaetamnews.com : Guna memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Langkah ini diambil untuk menjamin keabsahan hewan sesuai syariat Islam sekaligus memastikan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat saat Hari Raya Idul Adha mendatang.
Pemeriksaan intensif yang melibatkan tim dokter hewan dari Dinas Peternakan Kukar ini telah berjalan sejak beberapa hari lalu. Pada Senin (25/5), Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turut turun ke lapangan memantau langsung proses sterilisasi dan pemeriksaan tersebut di Kelurahan Timbau, Tenggarong.
“Pemeriksaan hewan kurban ini untuk memastikan bahwa hewan yang beredar sehat sesuai standar. Hewan yang dinyatakan sehat tentu langsung diberi tanda khusus oleh tim sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri di sela-sela pemantauan.
Populasi Sapi Naik, Kaltim Masih Bergantung Pasokan Luar Daerah
Di sisi lain, momentum Idul Adha ini juga memperlihatkan potret kebutuhan daging di Kabupaten Kukar yang terus melonjak dari tahun ke tahun. Saat ini, konsumsi daging sapi di Kukar mencapai 1.100 hingga 1.200 ton per tahun, atau setara dengan 5.000 hingga 5.500 ekor sapi.
Meskipun populasi sapi lokal di bawah binaan Dinas Peternakan Kukar mencatatkan tren kenaikan yang positif, angka produksinya belum mampu swasembada penuh untuk memenuhi meja makan warga.
Berikut adalah data perkembangan populasi, kebutuhan, dan defisit pasokan sapi di Kutai Kartanegara dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Total Populasi Sapi (Ekor) | Kebutuhan Konsumsi (Ekor) | Produksi Sapi Siap Potong (Ekor) | Defisit Pasokan / Kekurangan (Ekor) |
| 2023 | 12.090 | 4.850 | 3.670 | 1.180 |
| 2024 | 12.950 | 5.120 | 3.840 | 1.280 |
| 2025 | 13.635 | 5.350 | 4.010 | 1.340 |
Untuk tahun ini, dengan rata-rata produksi lokal yang bertengger di angka 900 ton (sekitar 4.000 ekor), Kukar masih mengalami defisit berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ekor sapi per tahun. Guna menutup celah tersebut, Pemkab Kukar mendatangkan pasokan dari luar daerah, termasuk tambahan 150 hingga 160 ekor sapi khusus untuk memenuhi lonjakan permintaan kurban di setiap Idul Adha.
Masyarakat Diimbau Pilih Hewan Berlabel Khusus
Mengingat banyaknya hewan ternak yang masuk dari luar daerah menjelang hari raya, pengetatan skrining di tingkat pengepul dan peternak menjadi kunci utama. Pemkab Kukar mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban dan memprioritaskan hewan yang telah mengantongi tanda atau label sehat dari Dinas Peternakan.
“Setelah adanya pemeriksaan kesehatan ini, tentu masyarakat dapat merasa aman dalam mengonsumsi daging kurban, karena dokter telah menyatakan sehat dan layak konsumsi,” tutup Bupati Aulia. (ant/one)