Bukan Gubernur Meja Kerja, Rudy Pilih Rasakan Langsung Kesulitan Rakyat
Samarinda – Ada satu kebiasaan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang mungkin belum banyak diketahui. Alih-alih hanya menerima laporan dari balik meja, ia lebih memilih turun langsung memastikan kondisi masyarakat dan pelayanan dasar di lapangan.Pekan lalu, Rudy kembali melakukan perjalanan darat menyusuri wilayah Kutai Kartanegara hingga Kutai Barat. Rutenya tidak singkat, dimulai dari Samarinda, Tenggarong, Kota Bangun, Tabang, Barong Tongkok, Sendawar, Bongan, lalu kembali ke Samarinda.Di tengah perjalanan itu, Rudy menyempatkan diri masuk ke empat kampung terpencil di Kecamatan Bongan, yakni Deraya, Lemper, Tanjung Soke, dan Gerunggung. Jalur sepanjang sekitar 46 kilometer yang ditempuh bukan jalan mulus. Lubang menganga, tanjakan curam, debu saat kemarau, lumpur saat hujan, hingga jembatan yang kondisinya memprihatinkan menjadi teman sepanjang perjalanan.Namun kondisi itu tidak membuatnya berbalik arah. Bahkan Rudy memilih mengemudikan sendiri mobil dinas KT 1 hingga tiba di Kampung Gerunggung.”Saya ingin merasakan langsung jalan menuju empat kampung terisolir ini,” kata Rudy.Kunjungan itu bukan sekadar melihat. Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan pembangunan akses jalan menuju empat kampung tersebut mulai dikebut tahun ini. Sekitar 30 kilometer ruas jalan ditargetkan selesai menggunakan APBD Kaltim.Rudy menegaskan masyarakat di wilayah terpencil berhak mendapatkan pelayanan yang sama dengan warga di perkotaan.”Pemerintah hadir di tengah masyarakat. Akses boleh sulit, aksesnya boleh jauh, tapi mereka tidak boleh kehilangan standar pelayanan minimum dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat,” tegasnya.Ia optimistis pembangunan jalan akan membuka keterisolasian kawasan yang menyimpan potensi wisata budaya dan hutan alam yang masih terjaga.”Kalau kampung-kampung maju, berarti provinsi juga maju. Kami akan terus bekerja untuk rakyat Kalimantan Timur,” ujarnya.Rudy juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga jalan yang telah dibangun. Kendaraan dengan muatan berlebih diminta tidak melintas agar umur jalan lebih panjang. Ia menyebut batas maksimal kendaraan yang melintas tidak lebih dari lima ton.Di balik berbagai agenda pemerintahan, perjalanan itu memperlihatkan sisi lain Rudy Mas’ud. Baginya, kondisi jalan tidak cukup diketahui dari laporan di atas kertas. Jalan rusak harus dirasakan sendiri agar solusi yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran jalan mulus sangat diharapkan akan mengangkat status empat desa itu menjadi desa berkembang, bukan lagi tertinggal.