Penemuan Kasus HIV di Samarinda Lampaui Target Nasional
Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat penemuan kasus HIV di kota ini telah melampaui target nasional. Hingga pertengahan 2026, capaian deteksi sudah melebihi 80 persen, jauh di atas target nasional yang berada di kisaran 70 persen.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih menegaskan, tingginya angka penemuan kasus bukan berarti penyebaran HIV semakin meluas. Sebaliknya, kondisi itu menunjukkan upaya skrining dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah berjalan lebih efektif.
“Target nasional penemuan kasus sekitar 70 persen, sedangkan Samarinda sudah mencapai lebih dari 80 persen,” ujar Ismed.
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang keliru menafsirkan tingginya angka penemuan kasus sebagai lonjakan penyebaran penyakit. Padahal, semakin banyak kasus yang ditemukan sejak dini, semakin cepat pasien bisa mendapatkan terapi sehingga risiko penularan dapat ditekan.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci pengendalian HIV. Pasien yang segera mengetahui status kesehatannya dapat langsung menjalani pengobatan dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sekaligus mengurangi potensi penularan kepada orang lain.
Dinkes terus memperluas layanan skrining melalui puskesmas, rumah sakit, serta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Masyarakat diimbau tidak ragu menjalani pemeriksaan, terutama jika memiliki faktor risiko atau membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kalau penyakit diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat. Itu tujuan utama skrining kesehatan,” kata Ismed.
Dinkes berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia. Menurut Ismed, keberhasilan pengendalian HIV sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk melakukan tes sejak dini, bukan menunggu hingga muncul gejala.