Subscribe

Doa Bersama Aksi 21 April, Lahir dari Kekecewaan Bukan Anarkisme

2 minutes read

SAMARINDA – Menjelang aksi yang direncanakan berlangsung pada 21 April 2026, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Timur memilih memulai langkah dengan doa bersama. Kegiatan ini digelar di Teras Samarinda, Minggu (19/4/2026). Doa bersama ini sebagai penegasan bahwa gerakan yang dibangun berangkat dari kegelisahan, bukan kemarahan.

Lebih dari 100 orang hadir dalam suasana khidmat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum, yang melebur tanpa sekat identitas organisasi.

Jenderal Lapangan Aksi, Fathurrahman menegaskan doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol arah gerakan yang ingin dijaga tetap damai.

“Ini bukan gerakan yang dilandasi amarah atau anarkisme. Yang kami bawa adalah keresahan kolektif masyarakat tentang kesulitan, ketakutan dan kondisi yang dirasakan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, penyatuan berbagai elemen dalam satu barisan menjadi kekuatan utama menjelang aksi. Ia menyebut seluruh peserta hadir sebagai representasi masyarakat Kalimantan Timur secara utuh.

“Kami tidak lagi bicara organisasi. Semua melebur menjadi satu sebagai masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dari sisi kesiapan, aliansi ini mengklaim telah melakukan konsolidasi secara maksimal. Massa yang akan turun pada 21 April diperkirakan menembus angka seribu orang.

“Persiapan kami sudah lebih dari cukup. Massa yang turun nanti lebih dari seribu orang, dan kami siap menyuarakan aspirasi di ruang publik,” lanjut Fathurrahman.

Aksi 21 April disebut akan menjadi momentum penyampaian berbagai tuntutan atas persoalan yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, melalui doa yang telah dipanjatkan, massa berharap penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib, damai, dan tidak keluar dari koridor hukum.

Aksi 21 April dipicu ketidakpuasan sebagian masyarakat atas kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Selain menyoroti soal realisasi Program Gratispol yang dipenuhi berbagai persoalan, infrastruktur yang belum merata sampai urusan Dinasti Mas’ud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *