Atasi Ketimpangan Layanan, Dinkes Kaltim Genjot Pemerataan 41 Ribu Nakes hingga Daerah 3T
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur langsung pasang strategi total untuk mendongkrak mutu pelayanan medis di wilayahnya. Gak tanggung-tanggung, dinkes tengah mengoptimalkan kinerja total 41.916 tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di seluruh Benua Etam.
Meski jumlahnya puluhan ribu, pekerjaan rumah terbesar pemda saat ini adalah masalah pemerataan. Pasalnya, sebaran SDM medis terpantau masih numpuk di perkotaan, sementara fasilitas Puskesmas di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) masih terus digenjot agar tidak kekurangan pasokan personel.
Samarinda-Balikpapan Mendominasi, Mahulu Paling Kritis
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengakui adanya gap yang cukup signifikan terkait ketersediaan nakes antar-wilayah. Dua kota besar, yakni Samarinda dan Balikpapan, saat ini masih mendominasi sebaran nakes dengan persentase yang sangat timpang dibanding wilayah kabupaten.
“Pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan masih kami upayakan dan ini juga didukung pemerintah pusat,” ujar Jaya di Samarinda, Kamis (18/6).
Peta Sebaran 41.916 Nakes di Kalimantan Timur (Data 2026):
┌───────────────────────────┬──────────────────────────────────────────┐
│ Daerah / Kabupaten / Kota │ Jumlah Tenaga Kesehatan (Personel) │
├───────────────────────────┼──────────────────────────────────────────┤
│ Kota Samarinda │ 9.635 orang │
│ Kota Balikpapan │ 9.489 orang │
│ Kab. Kutai Kartanegara │ 5.200 orang │
│ Kab. Kutai Timur │ 4.212 orang │
│ Kab. Paser │ 2.974 orang │
│ Kab. Berau │ 2.724 orang │
│ Kota Bontang │ 2.508 orang │
│ Kab. Kutai Barat │ 2.506 orang │
│ Kab. Penajam Paser (PPU) │ 1.763 orang (Area Penyangga IKN) │
│ Kab. Mahakam Ulu (Mahulu) │ 905 orang (Paling Sedikit) │
└───────────────────────────┴──────────────────────────────────────────┘
Stok Dokter Umum dan Dokter Gigi Masih Minim
Selain masalah lokasi, tantangan lain yang dihadapi Dinkes Kaltim adalah proporsi jenis profesi nakes yang belum seimbang. Saat ini, peta okupasi medis di Kaltim masih didominasi oleh tenaga perawat dan tenaga fungsional kesehatan lainnya.
Berdasarkan data riil di lapangan, dari total 41 ribu nakes tersebut, jumlah dokter umum baru menyentuh angka 2.348 orang. Sementara itu, ketersediaan dokter gigi fungsional terpantau jauh lebih kritis, yakni baru menyentuh 651 orang untuk melayani kebutuhan perawatan gigi seluruh masyarakat se-Kaltim.
Lewat optimalisasi kinerja dan asistensi dari kementerian pusat, Dinkes Kaltim menargetkan redistribusi nakes dalam waktu dekat bisa segera menyasar daerah-daerah penyangga, termasuk kawasan PPU yang kini menempel ketat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). (ant/one)