Jaga Pesisir Kaltim dari Alih Fungsi, BPDAS Mahakam Berau Kawal Lestarinya 240 Ribu Hektare Mangrove
Samarinda, nusaetamnews.com : BPDAS Mahakam Berau Kementerian Kehutanan terus mengawal kelestarian 240.929 hektare ekosistem mangrove di Kalimantan Timur. Langkah ini krusial buat menjaga wilayah pesisir dari ancaman alih fungsi lahan agar alam tetap asri dan ekonomi warga terus berputar secara berkelanjutan.Plt Kepala BPDAS Mahakam Berau, Indi Hendraswari, mengungkapkan bahwa ratusan ribu hektare mangrove tersebut tersebar di tujuh daerah, meliputi Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, Balikpapan, hingga Bontang. Adapun kawasan mangrove terluas berada di wilayah Kutai Kartanegara.Secara rincian, sekitar 193.381 hektare masih tergolong tutupan lebat, 33.985 hektare tutupan sedang, dan 13.563 hektare tutupan jarang. Menariknya, terdapat potensi area rehabilitasi mencapai 111.808 hektare yang bisa digarap bersama oleh pemerintah, LSM, hingga komunitas lokal.Indi membeberkan bahwa Kaltim sempat kehilangan sekitar 36,6 persen atau 102.040 hektare tutupan mangrove sepanjang periode 1994–2024. Penyebab utamanya didominasi oleh pembukaan tambak dan tambak terbengkalai yang menyumbang hingga 91 persen kerusakan, disusul konversi menjadi perkebunan sawit.Meski begitu, sekitar 63,4 persen luas awal mangrove di Kaltim masih bertahan dengan baik. Untuk mempercepat pemulihan, Pemprov Kaltim telah membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) lewat Pergub Nomor 9 Tahun 2023. Wadah kolaborasi multipihak ini didukung sejumlah perda strategis guna memastikan rehabilitasi mangrove berjalan tepat sasaran.(ant/one)