OTW Kategori Nindya! Berau Perketat Proteksi Anak demi Gelar Kabupaten Layak Anak
Tanjung Redeb, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau gak mau setengah-setengah dalam urusan perlindungan generasi muda. Setelah sukses naik kelas dari kategori Pratama ke Madya, kini Berau resmi membidik predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Nindya.
Langkah ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan komitmen total untuk menjamin pemenuhan hak anak sekaligus menghapus segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di Bumi Batiwakkal.
Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Aksi
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa proses pengisian instrumen Evaluasi Mandiri KLA yang tengah dilakukan harus berbasis data ril, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
“Evaluasi mandiri ini bukan cuma kewajiban administratif, tapi tolok ukur nyata sejauh mana kita serius melindungi anak-anak kita,” tegas Said saat membuka Bimtek di Tanjung Redeb, Kamis (23/04/2026).
Fokus pada Anak Kondisi Rentan
Pemkab menyadari bahwa tantangan di lapangan masih nyata. Masih ditemukan kasus anak dalam kondisi rentan—mulai dari korban kekerasan, eksploitasi, hingga penelantaran. Untuk itu, Berau memperkuat peran pendamping Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK).
Beberapa langkah taktis yang sudah dikunci oleh Pemkab Berau antara lain:
- Payung Hukum: Penguatan implementasi Peraturan Bupati Nomor 81/2019.
- Support System: Optimalisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai wadah edukasi dan pengaduan.
- Sinergi Lintas Sektor: Mewajibkan seluruh perangkat daerah mengisi data evaluasi secara jujur dan didukung bukti valid.
Target: Naik Kelas ke Nindya
Said memberikan instruksi khusus kepada seluruh OPD agar hasil evaluasi tahun lalu dijadikan bahan refleksi. Indikator yang masih “merah” atau lemah harus segera diperbaiki dengan strategi yang lebih segar.
“Hasil evaluasi tahun sebelumnya harus jadi dasar perbaikan. Kita pertahankan yang sudah bagus, dan perkuat indikator yang masih lemah supaya status kita naik dari Madya ke Nindya,” tambahnya.
Dengan pengisian data yang akurat dan objektif, Pemkab Berau berharap potret kondisi anak di lapangan bisa tertangani dengan kebijakan yang tepat sasaran, menjadikan Berau tempat yang benar-benar aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. (ant/one)