Subscribe

Kejar Lima Besar PON 2028, Kaltim akan Fokus Cabor Potensial

2 minutes read

Samarinda – Target Kalimantan Timur masuk lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bukan lagi sekadar slogan. Di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas olahraga yang belum sepenuhnya memadai, pemerintah daerah menuntut perubahan besar dalam pola pembinaan atlet jika ingin bersaing dengan provinsi-provinsi kuat di Indonesia.
Pesan itu mengemuka dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim 2026 yang digelar di Samarinda, Rabu (3/6/2026).
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan persaingan menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur akan jauh lebih berat dibanding edisi sebelumnya. Provinsi-provinsi besar, khususnya di Pulau Jawa, memiliki dukungan anggaran yang kuat dan program pembinaan atlet yang lebih agresif.
Karena itu, menurutnya, Kaltim tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama jika ingin memperbaiki posisi di papan klasemen nasional.
“Minimal lima besar harus tercapai. Persaingan semakin ketat dan daerah lain bergerak sangat cepat,” ujarnya.
Target tersebut menjadi tantangan serius bagi pengurus KONI Kaltim periode mendatang. Pasalnya, kondisi fiskal daerah saat ini tidak memungkinkan pembinaan olahraga dilakukan dengan pola belanja besar seperti beberapa tahun lalu.
Situasi itu justru dinilai menjadi momentum untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terukur dan berbasis prestasi. Cabang-cabang olahraga (cabor) yang memiliki peluang medali terbesar akan menjadi prioritas dalam pengembangan atlet maupun penyediaan sarana latihan.
Seno menilai keberhasilan masuk lima besar tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi kemampuan menentukan fokus pembinaan dan memaksimalkan potensi atlet yang dimiliki daerah.
Di sisi lain, persoalan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Beberapa venue olahraga dinilai membutuhkan pembenahan agar atlet bisa berlatih dengan standar yang lebih baik menjelang PON.
Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan rencana peningkatan sejumlah sarana olahraga pada 2027, termasuk renovasi kolam renang di Stadion Utama Kaltim Palaran yang selama ini menjadi pusat pembinaan atlet renang.
Langkah tersebut dianggap penting karena sejumlah cabang olahraga potensial masih terkendala kualitas fasilitas latihan yang belum optimal.
Target lima besar juga menjadi ujian konsistensi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kaltim. Tidak hanya pemerintah dan KONI, tetapi juga pengurus cabang olahraga yang dituntut lebih fokus pada pembinaan atlet berprestasi dibanding persoalan internal organisasi.
Dengan waktu persiapan kurang dari tiga tahun, Musorprov KONI Kaltim kali ini menjadi titik awal penentuan arah. Jika pembinaan berjalan tepat sasaran dan fasilitas pendukung mampu ditingkatkan, target lima besar bukan sekadar ambisi, melainkan peluang yang realistis untuk dicapai.
Namun tanpa perubahan strategi yang signifikan, Kaltim berisiko kembali tertinggal dalam persaingan yang semakin kompetitif di panggung olahraga nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *