Kredit Investasi Balikpapan Meroket 44,34 Persen, Proyek IKN dan Hilirisasi Jadi Penggerak Utama
Samarinda, nusaetamnews.com : Sektor perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mencatatkan performa impresif pada triwulan II 2026. Laju kredit investasi melonjak tajam hingga 44,34 persen secara tahunan (yoy). Penguatan ini didorong pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta masifnya proyek hilirisasi industri di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa lonjakan kredit investasi ini menjadi bukti nyata tingginya rasa percaya diri para pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah. Mereka tak ragu menambah belanja investasi untuk mengekspansi bisnis.
Secara akumulatif, total penyaluran kredit perbankan menembus angka Rp41,51 triliun atau tumbuh 17,66 persen (yoy). Meski sedikit melandai dibanding triwulan sebelumnya, performa perbankan tetap solid dengan kualitas kredit yang terjaga. Risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) berada di angka 2,57 persen, masih jauh di bawah ambang batas aman 5 persen.
Postur penyaluran kredit mencatat kredit modal kerja tumbuh 3,78 persen (yoy) dan kredit konsumsi naik 5,95 persen (yoy) berkat daya beli masyarakat yang stabil. Mayoritas pembiayaan atau sebanyak 64,03 persen dari total kredit terserap untuk menopang aktivitas dunia usaha.
Jika dibedah per sektor, lapangan usaha konstruksi menjadi bintang utama dengan lonjakan fantastis mencapai 176,77 persen (yoy). Pertumbuhan eksponensial ini dipacu pengerjaan proyek IKN tahap II serta pembangunan berbagai fasilitas industri di wilayah selatan Kaltim. Sektor pertambangan dan transportasi mengekor di belakangnya dengan kenaikan masing-masing 50,09 persen dan 8,33 persen.
Di segmen UMKM, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp12,79 triliun. Angka ini sedikit terkoreksi 0,23 persen (yoy) secara tahunan dengan rasio NPL UMKM yang merangkak naik ke 4,2 persen, membuat industri perbankan cenderung lebih selektif dan berhati-hati.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,15 persen (yoy) menjadi Rp49,52 triliun. Tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di angka 83,82 persen menandakan likuiditas bank sangat sehat dan siap menyokong ekspansi kredit lebih lanjut.
Menyikapi tren positif ini, BI Balikpapan berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan perbankan guna menjaga fungsi intermediasi yang sehat demi mengawal pertumbuhan ekonomi kawasan. (ant/one)