Subscribe

Dari Lapas Jadi Karya, WBP Lapas Narkotika Samarinda Unjuk Gigi Produksi Umbul-Umbul hingga Panen Pangan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda terus membuktikan bahwa tembok penjara bukan halangan untuk tetap produktif. Lewat berbagai program pembinaan kemandirian dan pemberdayaan, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) didorong untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, mengungkapkan bahwa rangkaian program ini dirancang khusus sebagai bekal konkret bagi para warga binaan agar siap kembali berkarya saat kembali ke masyarakat kelak.

Lewat wadah Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), para warga binaan diasah keahliannya untuk memproduksi umbul-umbul dan dekorasi Hari Kemerdekaan RI yang siap dipasarkan ke publik maupun instansi pemerintah. Menurut Puang Dirham, proses kreatif ini tak cuma memberikan pengalaman berwirausaha, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri dan etos kerja mereka. Karya dari balik jeruji ini terbukti punya nilai jual tinggi yang sanggup melatih kemandirian finansial para warga binaan.

Tak berhenti di kerajinan dan jahit-menjahit, Lapas Narkotika Samarinda juga menyulap lahan terbatas menjadi area pertanian dan perikanan produktif demi menyokong ketahanan pangan.

Para warga binaan diajak mengelola tanaman hortikultura seperti sawi, terung ungu media polybag, hingga budidaya cabai secara berkelanjutan. Di sektor perikanan, seribu bibit ikan nila juga dilepas ke kolam budidaya yang dikelola bersama para petugas.

Puang Dirham menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembinaan ini bukan sekadar melimpahnya hasil panen, melainkan adanya perubahan perilaku dan peningkatan kualitas SDM. Seluruh hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi internal lapas sekaligus menjadi bukti nyata keahlian warga binaan.

Ke depan, pihak lapas berkomitmen memperluas jenis komoditas budidaya serta memperluas jaringan pemasaran produk binaan. Semua keterampilan ini diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi para warga binaan agar siap diterima kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *