Tancap Gas di Lapangan Manpatu, Pertamina Siap Tambah Pasokan Gas 80 MMSCFD
Balikpapan, nusaetamnews.com : PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencetak gol penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Raksasa migas ini sukses merampungkan pemasangan struktur raksasa jacket dan topside Platform Offshore Manpatu di kawasan lepas pantai South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan pada 27 Mei 2026 lalu.
Proyek kakap ini diproyeksikan bakal mendongkrak produksi gas nasional hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2027. Angka ini setara dengan kontribusi gemuk sekitar 20 persen dari total produksi di seluruh Wilayah Kerja (WK) Mahakam.
“Pemasangan kedua struktur utama itu menandai selesainya salah satu tahapan penting proyek, yaitu pekerjaan heavy lifting untuk mengangkat topside berbobot sekitar 1.000 ton ke posisi di atas struktur jacket,” jelas General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, di Balikpapan, Rabu (3/6/2026).
Perjalanan Panjang Struktur 1.000 Ton dari Tanjung Pinang
Keberhasilan heavy lifting di akhir Mei kemarin merupakan puncak dari rangkaian operasi logistik super ketat yang sudah digeber sejak April 2026 lalu.
Begini timeline perjalanan platform raksasa Manpatu sebelum akhirnya nangkring di lepas pantai Balikpapan:
- 8 April: Sail away (pengapalan) struktur jacket.
- 17 April: Proses load out dan sail away topside dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang.
- 30 April: Sail away final untuk struktur topside.
- 27 Mei: Eksekusi instalasi heavy lifting seberat 1.000 ton di laut lepas.
Setyo menegaskan, investasi besar-besaran di Lapangan Manpatu ini adalah bukti komitmen PHM untuk terus berburu cadangan migas baru demi menjamin pasokan energi dari tanah Kalimantan hingga puluhan tahun ke depan.
Next Step: Instalasi Pipa Bawah Laut Menuju Operasional 2027
Gak mau berlama-lama selebrasi, tim PHM langsung tancap gas buat mengejar target operasional pada kuartal pertama 2027.
Daftar Pekerjaan Rumah (PR) PHM Selanjutnya:
- Pemasangan Riser: Pipa vertikal penghubung alat bawah laut ke platform.
- Instalasi Subsea Spool: Penyambungan pipa pendek ke jaringan pipa bawah laut utama.
- Proses Hookup: Integrasi total sistem listrik, instrumen kontrol, dan perpipaan di atas platform.
- Tahap Commissioning: Uji coba final kelayakan operasional dan sistem keselamatan (safety) sebelum gas resmi dialirkan.
Setyo juga mengapresiasi dukungan penuh dari sang induk, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), serta SKK Migas yang bikin proyek berisiko tinggi ini berjalan mulus dengan performa HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang jempolan tanpa kecelakaan kerja.(ant/one)