Petani Kaltim Makin Tajir! Sektor Perkebunan Rakyat Jadi “Booster” Kemakmuran
Samarinda, nusaetamnews.com : Kabar segar datang dari dunia pertanian Kalimantan Timur. Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim pada April 2026 sukses melesat ke angka 149,83. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa petani di Bumi Etam kini berada di level “makmur”.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa kenaikan NTP ini didorong kuat oleh performa gila-gilaan dari subsektor perkebunan rakyat.
“NTP Kaltim naik 1,24% dibanding bulan lalu. Ini menunjukkan daya beli dan daya tukar produk petani kita terhadap barang dan jasa makin kuat,” ujar Mas’ud di Samarinda, Senin (11/05/2026).
Siapa yang Paling “Cuan”?
Dari lima subsektor yang dipantau, Perkebunan Rakyat menjadi bintang utama. Dengan skor NTP menembus angka 211,25, para petani di sektor ini dikategorikan sangat makmur karena angkanya jauh melampaui ambang batas keseimbangan (100).
Berikut rincian performa tiap sektor per April 2026:
| Subsektor | Skor NTP | Status |
| Perkebunan Rakyat | 211,25 | Sangat Makmur |
| Hortikultura | 120,17 | Untung |
| Peternakan | 110,78 | Untung |
| Perikanan/Nelayan | 105,98 | Untung |
| Tanaman Pangan | 101,44 | Untung |
Analisis “Garis Hijau”
Meski subsektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan sempat mengalami sedikit koreksi (penurunan tipis), secara keseluruhan posisi petani Kaltim masih berada di zona aman.
Sebagai catatan, angka 100 adalah titik impas. Jika di bawah itu, petani rugi. Namun, fakta bahwa seluruh subsektor di Kaltim berada di atas 100 membuktikan bahwa ekosistem pertanian di wilayah ini sedang sangat sehat.
Daya Beli Meningkat
Indikator lain yang ikut terkerek adalah Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang mencapai 156,3 (naik 0,79%). Ini artinya, hasil yang didapat petani jauh lebih besar dibandingkan biaya produksi dan konsumsi rumah tangga mereka.
Why it matters?
NTP yang tinggi adalah sinyal positif bagi ekonomi perdesaan. Dengan kantong petani yang makin tebal, perputaran ekonomi di daerah akan makin kencang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kaltim sebagai mitra strategis IKN. (ant/one)