Gaji Manajer Koperasi Desa “Merah Putih” Cair Tanpa Bikin APBN Jebol, Kok Bisa?
Jakarta, nusaetamnews.com : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan membebani defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski gaji para manajer KDMP selama dua tahun pertama bakal ditalangi negara, anggarannya diambil dari “dompet” yang sudah ada.
Dalam taklimat media di kantor Kemenkeu, Senin (11/05/2026), Purbaya menegaskan pihaknya tidak membuka alokasi anggaran baru, melainkan mengoptimalkan pos anggaran yang sudah tersedia namun belum terserap maksimal.
“Nggak ada tambahan baru ke APBN, nggak ada tambahan defisit baru. Sebagian dana Kopdes dan plafon pembiayaan Himbara sebesar Rp40 triliun kan belum dipakai semua, jadi kita gunakan itu dulu sebagai jembatan,” jelas Purbaya.
Strategi 2 Tahun Pertama
Skema pembayaran gaji ini dirancang sebagai bridging atau jembatan sebelum koperasi mampu mencetak pendapatan mandiri. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Askolani, menambahkan bahwa dukungan APBN hanya bersifat sementara untuk memastikan roda organisasi berputar di tahap awal.
Update Rekrutmen: Tes Kompetensi Sedang Berlangsung
Proyek besar ini pun disambut antusiasme luar biasa. Saat ini, proses rekrutmen manajer KDMP sedang berada di fase krusial:
- Total Pelamar Lolos Administrasi: 483.648 orang.
- Tahapan Saat Ini: Tes kompetensi (3-12 Mei 2026).
- Pengumuman Final: Dijadwalkan pada 7 Juni 2026.
Seleksi ini bukan main-main karena melibatkan Panselnas, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), hingga BKN.
Pelatihan Semi-Militer & Manajerial
Para calon manajer yang lolos tidak langsung duduk di meja kerja. Mereka bakal digembleng dengan kombinasi latihan yang unik:
- Latsar Komcad: Pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan untuk memperkuat disiplin dan jiwa korsa.
- Pembekalan Manajerial: Penguatan kompetensi bisnis agar koperasi desa bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Why it matters?
Program KDMP ini adalah ambisi pemerintah untuk memperkuat ekonomi dari akar rumput (desa). Dengan manajemen yang profesional dan disiplin tinggi, koperasi diharapkan tidak lagi menjadi unit usaha “papan nama”, tapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi warga. (ant/one)