Subscribe

Satu Pintu untuk Semua: Disdikbud Kaltim Dorong Guru Kuasai “Super-App” Rumah Pendidikan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Era belajar monoton sudah lewat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur kini tancap gas memacu transformasi digital dengan membekali ratusan guru SMA, SMK, hingga SLB melalui pelatihan intensif platform Rumah Pendidikan.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (TKIP) Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, menegaskan bahwa penguatan literasi digital adalah harga mati agar proses belajar mengajar di Bumi Etam tetap relevan dengan zaman.

“Kita ingin suasana belajar itu kreatif, efektif, dan inovatif. Pemanfaatan platform digital ini harus jadi aksi nyata di kelas, bukan cuma wacana di atas kertas,” ujar Awaludin di Samarinda, Senin (11/05/2026).

Rumah Pendidikan: Solusi “All-in-One”

Platform Rumah Pendidikan merupakan super-app besutan Kemendikdasmen yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan yang dulunya terpisah. Kini, guru tidak perlu repot berpindah aplikasi karena semua sudah tersedia dalam satu pintu:

  • Platform Merdeka Mengajar (PMM)
  • Dapodik & SIPLah
  • Rumah Belajar

Mix & Match Teknologi: Google Workspace hingga Canva

Dalam pelatihan daring tersebut, para guru tidak hanya diajarkan cara login aplikasi, tapi juga didorong untuk berkreasi menggabungkan berbagai tools populer seperti Google Workspace for Education dan Canva.

Tujuannya jelas: agar materi visual di kelas tampil lebih interaktif dan sistem administrasi guru jadi jauh lebih rapi dan efisien.

Laptop Canggih Jangan Cuma Jadi Pajangan

Awaludin juga memberikan “sentilan” terkait optimalisasi perangkat teknologi (laptop/tablet) yang telah didistribusikan pemerintah ke sekolah-sekolah. Ia mengingatkan bahwa perangkat canggih tidak akan berguna tanpa kreativitas penggunanya.

“Guru masa kini wajib siap menghadapi tantangan zaman. Transformasi digital harus dirasakan langsung oleh siswa melalui peningkatan kualitas serapan ilmu,” tegasnya.

Misi Mengikis Kesenjangan Pendidikan

Dengan guru yang melek teknologi (digital native), Pemprov Kaltim optimistis kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat terkikis. Harapannya, generasi muda Kaltim tidak hanya jago di kandang, tapi juga mampu kompetitif di level nasional maupun global. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *