Kejar Target ‘Zero Stunting’, Kaltim Bidik Edukasi 75 Ribu Keluarga di Periode Emas
Samarinda, nusaetamnews.com : Perang terhadap stunting di Kalimantan Timur memasuki babak baru. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Kaltim mematok target ambisius: mengedukasi 75.092 keluarga melalui Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk mengunci pertumbuhan stunting baru dengan menyasar masa kritis anak, mulai dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun.
“Ini adalah ‘periode emas’. Pertumbuhan otak dan organ tubuh anak terjadi sangat cepat di masa ini. Kualitas hidup mereka di masa depan ditentukan dari sini,” tegas Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik BKKBN Kaltim, Sitti Mayasari Hamzah, Selasa (28/4).
Prevalensi Stunting Anjlok Drastis
Kerja keras Kaltim mulai membuahkan hasil nyata. Berkat kolaborasi pentahelix dan gerakan masif seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), angka stunting di Benua Etam terjun bebas.
- Tahun 2024: 22,2 persen
- Tahun 2025: 15,94 persen
Pemerintah optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring dengan pemberian makanan tambahan dan tablet penambah darah bagi remaja putri serta ibu hamil yang kian intens.
Peta Sasaran: Balikpapan dan Samarinda Jadi Fokus Utama
Sitti Mayasari sangat optimistis target 75 ribu keluarga tersebut bakal tercapai. Pasalnya, basis data Bina Keluarga Balita (BKB) di Kaltim mencatat ada 185.603 keluarga sasaran yang siap diintervensi.
Berikut rincian target edukasi Pro PN 1.000 HPK di beberapa kabupaten/kota:
- Kota Balikpapan: 23.321 keluarga (dari 40.167 sasaran)
- Kota Samarinda: 12.975 keluarga (dari 29.781 sasaran)
- Kutai Kartanegara: 9.488 keluarga (dari 35.277 sasaran)
- Kutai Timur: 5.878 keluarga
- Paser: 5.377 keluarga
- Berau: 5.157 keluarga
- Penajam Paser Utara: 5.191 keluarga
- Kota Bontang: 5.137 keluarga
Investasi Masa Depan
Melalui edukasi Pro PN 1.000 HPK, orang tua didorong untuk lebih sadar akan asupan gizi dan pola asuh yang tepat. Dengan target yang terukur dan data yang presisi, Pemprov Kaltim berharap dapat mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan, bebas dari ancaman gagal tumbuh atau stunting. (ant/one)