Fasilitasi 268 Calon Haji, Bupati Kukar: Fokus Ibadah, Urusan Logistik Kami Amankan!
Tenggarong, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan 268 calon jamaah haji asal Kutai Kartanegara berangkat dengan tenang tahun ini. Pemkab resmi menanggung seluruh kebutuhan transportasi dan konsumsi jamaah mulai dari titik keberangkatan hingga kepulangan nanti.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa fasilitas ini adalah bentuk penghormatan bagi para “tamu Allah” agar mereka tidak lagi memikirkan kendala teknis selama perjalanan.
“Kami ingin jamaah fokus hanya pada satu hal: ibadah sekhusyuk-khusyuknya. Urusan transportasi dan konsumsi kami fasilitasi sebagai bentuk pelayanan terbaik dari pemerintah,” ujar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Minggu (26/4).
Jadwal Keberangkatan & Petugas Pendamping
Tahun ini, jamaah asal 20 kecamatan di Kukar akan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter):
- Kloter 6: Berangkat pada 4 Mei 2026.
- Kloter 15: Berangkat pada 17 Mei 2026.
Untuk menjamin kenyamanan, Pemkab menerjunkan enam petugas profesional yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga petugas haji daerah. “Layani jamaah seolah melayani orang tua sendiri, tonjolkan keikhlasan,” pesan Bupati kepada para petugas.
Titip Doa untuk Kesejahteraan Kukar
Dalam prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Sultan Adji Muhammad Sulaiman beberapa waktu lalu, Bupati juga menitipkan pesan emosional kepada para jamaah.
Ia berharap di tempat-tempat mustajab seperti di depan Ka’bah, Arafah, dan Makam Rasulullah SAW, jamaah mendoakan keberkahan bagi Bumi Etam.
“Mohon doakan agar Kukar selalu dijaga Allah, rakyatnya makin sejahtera, dan dijauhkan dari segala musibah. Doa orang yang berhaji itu menembus langit tanpa penghalang,” tuturnya.
Haji Berdasarkan Regulasi Baru
Penyelenggaraan tahun ini disebut lebih istimewa karena sudah mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Regulasi anyar ini dirancang untuk memastikan perlindungan, pelayanan, dan pembinaan jamaah jauh lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bagi Pemkab Kukar, haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual tingkat tinggi yang harus didukung dengan manajemen yang seamless. (ant/one)