Tekan Angka Kematian PTM, Dinkes Kaltim Gencarkan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur bergerak masif memacu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah pencegahan ini digenjot mengingat Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menyumbang angka kematian fantastis di Kaltim, yakni mencapai 65,52 persen dari total kasus kematian.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, membeberkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi penyumbang kematian terbesar PTM dengan porsi 35 persen. Posisi berikutnya disusul oleh neoplasma atau kanker (10,39 persen), serta kombinasi diabetes dan penyakit ginjal (5,18 persen). Tingginya angka kesakitan ini terbukti memperberat beban pembiayaan penyakit katastropik di daerah.
Guna membendung lonjakan kasus, Dinkes Kaltim menyiagakan 188 puskesmas di seluruh kabupaten dan kota untuk melayani deteksi dini masyarakat secara cuma-cuma.
Meski begitu, partisipasi warga dinilai masih sangat minim. Sepanjang satu setengah tahun program berjalan, baru sekitar 300 ribu warga yang memanfaatkan CKG. Angka ini masih terlempar jauh dari target pemda yang membidik 800 ribu hingga 900 ribu jiwa.
Rendahnya angka kunjungan ini disinyalir akibat miskonsepsi masyarakat yang mengira tes gratis hanya berlaku saat hari ulang tahun atau wajib mendaftar lewat aplikasi SatuSehat. Menepis anggapan itu, Dinkes Kaltim memastikan mekanismenya kini dibuat jauh lebih fleksibel.
Warga Kaltim cukup datang langsung ke puskesmas terdekat tanpa perlu menunggu momen ulang tahun atau repot mendaftar via aplikasi. Setiap puskesmas telah mengalokasikan kuota hingga 30 orang per hari untuk mendapatkan layanan skrining kesehatan dasar.
Jaya pun mendorong pemerintah kabupaten/kota beserta jajaran puskesmas setempat untuk lebih aktif menjemput bola dan menyosialisasikan pentingnya CKG. Dengan deteksi awal terhadap risiko jantung, diabetes, obesitas, hingga hipertensi, potensi komplikasi fatal dapat dicegah sejak dini. (ant/one)