Subscribe

Sungai Mahakam Meluap Lagi, Pemkab Mahulu Gandeng TNI-Polri Kunci 3 Strategi Siaga Banjir

2 minutes read

UJOH BILANG, nusaetamnews.com :  Curah hujan tinggi kembali memicu luapan Sungai Mahakam dan merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur. Merespons siklus bencana tahunan ini, Pemkab Mahulu bergerak cepat menggandeng TNI, Polri, OPD lintas sektor, hingga relawan untuk memperketat lini kesiapsiagaan darurat banjir.

Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun (Suhuk), menegaskan situasi tanggap darurat di wilayahnya tidak bisa ditawar, mengingat banjir baru saja menerjang pemukiman warga pada 19–20 Mei 2026 kemarin.

“Dalam situasi darurat, yang dibutuhkan bukan rapat panjang, tetapi keputusan cepat dan tindakan tepat di lapangan,” tegas Suhuk saat memberikan arahan di Alun-Alun Ujoh Bilang, Jumat (22/5/2026).

Tiga Komando Utama Penyelamatan Banjir Mahulu

Guna memastikan eksekusi penyelamatan berjalan tanpa hambatan birokrasi, Wabup Suhuk mengunci tiga instruksi krusial bagi seluruh personel gabungan:

  • Uji Fungsi Koordinasi: Seluruh OPD wajib memahami peran dalam struktur komando bencana. Posisi dan tugas harus klir begitu status darurat ditetapkan.
  • Kesiapan Alutsista & Personel: Memastikan seluruh peralatan evakuasi, logistik, dan armada penyelamat dalam kondisi prima dan ready to use sewaktu-waktu.
  • Kecepatan Informasi Lintas Riam: Membuka jalur komunikasi kilat dari wilayah hulu ke hilir demi meminimalkan dampak kerugian warga.

Geografis Ekstrem: Informasi dari Hulu Penentu Nasib Hilir

Mahulu memiliki tantangan geografis yang berat karena akses transportasi sungai terhambat oleh jeram atau riam-riam ganas, terutama di kawasan hulu. Kondisi ini membuat sistem peringatan dini (early warning system) menjadi sangat vital.

“Kecepatan informasi dari kecamatan di kawasan hulu sangat menentukan kesiapan warga di wilayah hilir. Keterlambatan informasi berarti keterlambatan penyelamatan,” ujar Wabup.

Sebagai catatan, banjir akibat hujan lebat pada 19 Mei 2026 lalu mulanya melanda kawasan hulu di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Air kemudian turun ke hilir merendam Kecamatan Long Bagun, Laham, hingga Long Hubung.

Saat ini, banjir dengan ketinggian rata-rata 50 centimeter terdata masih menggenangi beberapa titik padat penduduk, seperti Kampung Long Bagun Ilir, Ujoh Bilang, dan Kampung Long Hurai.

Trauma Banjir Bandang Historis

Kesiapsiagaan masif yang dibangun melalui Gladi Siaga Bencana di Alun-Alun Ujoh Bilang pada Kamis (21/5) ini didasari oleh rekam jejak bencana yang kian mengkhawatirkan.

Mahulu tercatat punya riwayat banjir yang fluktuatif namun merusak. Pada September 2025 lalu, banjir sempat melumpuhkan aktivitas warga. Sementara itu, ingatan publik masih segar pada memori Mei 2024, di mana Mahulu dihantam banjir terparah sepanjang sejarah yang menenggelamkan 70 persen wilayah kabupaten hingga menyentuh plafon rumah warga.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *