Sokong IKN, Bontang Siapkan Dua Kawasan Industri Raksasa Jadi Magnet Investasi Global
Bontang, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur, resmi memposisikan dua wilayah strategisnya sebagai episentrum baru bagi pengembangan industri, hilirisasi, logistik, dan investasi. Langkah taktis ini diambil guna menangkap peluang emas dari masifnya perputaran ekonomi sebagai salah satu kota mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dua kawasan yang menjadi ujung tombak tersebut adalah Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari (KPIBL).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengungkapkan bahwa akselerasi pembangunan IKN telah memberikan efek domino positif (multiplier effect) terhadap iklim investasi di Kota Taman.
“Kedua kawasan ini mendapat angin segar dari momentum pembangunan IKN yang memicu lonjakan investasi ke Kalimantan Timur. Kebijakan nasional yang gencar mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam (SDA) juga memperkuat posisi strategis Bontang,” ujar Aspian Nur di Bontang, Sabtu (23/5/2026).
KIE: Pusat Pertumbuhan Fleksibel dan Infrastruktur Paripurna
Sebagai kawasan industri yang telah matang, KIE berdiri di atas lahan seluas 214,09 hektare dan telah disokong oleh ekosistem infrastruktur dasar terintegrasi. Saat ini, aktivitas bisnis di KIE bergerak sangat dinamis, meliputi:
- Pengembangan industrial estate dan bisnis properti komersial.
- Produksi ready mix concrete dan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
- Sektor perdagangan umum (trading).
Kelebihan utama KIE terletak pada konektivitasnya yang prima. Kawasan ini memiliki akses instan ke Pelabuhan Lok Tuan dan Pelabuhan LNG Badak, serta berdekatan dengan industri petrokimia, energi, dan manufaktur berskala besar. Jalur daratnya pun terhubung langsung ke Samarinda, Balikpapan, IKN, hingga menembus Kalimantan Selatan.
KPIBL: Jawaban untuk Investasi Skala Raksasa dan Green Industry
Jika KIE menawarkan fleksibilitas dan konektivitas instan, KPIBL disiapkan untuk menampung megaproyek masa depan dalam skala yang jauh lebih masif. Memiliki hamparan lahan luas mencapai 1.102 hektare, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang pengembangan industri raksasa terpadu.
KPIBL membuka peluang emas bagi investor yang bergerak di bidang:
- Industri pengolahan dan hilirisasi SDA berskala besar.
- Pusat logistik makro dan kompleks pergudangan modern.
- Pembangkit energi bersih dan ekosistem industri hijau (green industry).
“Dua kawasan industri ini terhubung langsung ke jalur distribusi laut internasional. Ini adalah jaminan efisiensi rantai pasok (supply chain) dan kelancaran aktivitas ekspor-impor. Peluang emas ini kami tawarkan secara terbuka kepada investor domestik maupun global,” pungkas Aspian Nur optimistis. (ant/one)