Usul Perusda Jadi Distributor, Gubernur Kaltim Ingin Rantai Distribusi Pupuk Dipangkas
SAMARINDA – Persoalan distribusi pupuk menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya mengejar swasembada pangan. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengusulkan agar perusahaan daerah (perusda) dilibatkan sebagai distributor pupuk sehingga pasokan ke petani bisa lebih cepat, mudah, dan merata.
Gagasan itu disampaikan saat menerima jajaran direksi PT Pupuk Kalimantan Timur yang dipimpin Direktur Utama Rafli Yandra di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Rabu (8/7).
Menurut Rudy, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan produksi, tetapi juga kelancaran distribusi pupuk. Jika pasokan terlambat, produktivitas petani ikut terdampak.
“Kalau perusda ikut menjadi distributor, pengelolaan transportasi bisa lebih mudah dan pupuk lebih cepat sampai ke sentra pertanian maupun perkebunan,” ujarnya.
Rudy menilai keterlibatan perusda akan memangkas rantai distribusi sekaligus mempercepat akses pupuk bagi petani. Skema tersebut dinilai penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan petani plasma kelapa sawit yang selama ini masih mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk.
Dengan luas perkebunan sawit di Kalimantan Timur mencapai sekitar 1,5 juta hektare, kebutuhan pupuk terus meningkat setiap tahun. Karena itu, sistem distribusi yang efisien dinilai menjadi kunci agar pasokan tidak terhambat hingga ke tingkat petani.
Selain mendukung sektor perkebunan, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat produksi tanaman pangan yang menjadi fokus Pemprov Kaltim dalam mengejar target ketahanan pangan daerah.
Rudy menegaskan pemerintah daerah dan PT Pupuk Kaltim memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pupuk tersedia dalam jumlah cukup dan mudah dijangkau petani.
“Yang paling penting adalah petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk. Kalau distribusi lancar, produktivitas meningkat dan target ketahanan pangan akan lebih mudah tercapai,” tegasnya.
Pertemuan itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad, Kepala Dinas PTPH Kaltim Fahmi Himawan, Direktur Utama Bankaltimtara Rommy Wijayanto, Direktur Utama PT Bara Kaltim Sejahtera Nidya Listiyono, serta Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurrahmadani.