Setelah Bangun Jalan Mulus, KPC Diminta Tanam Ulin dan Langsat
Kutai Timur , nusaetamnews.com : Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman minta agar sisi kiri dan kanan di sepanjang Jalan Pengalih Permanen (JPP) Simpang Perdau – Tepian Pandan ditanami pohon-pohon endemik Kaltim.
Penanaman pohon-pohon khas Kaltim itu diyakini Bupati Ardiansyah Sulaiman akan membantu mengembalikan keindahan flora dan fauna di lahan-lahan eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Jalan ini sudah jadi pengganti permanen, tidak ada pengalihan, tidak ada persoalaan. Kata orang Jawa ya mbok yao kembalikan tanaman-tanaman endemik Kalimantan Timur, Kutai Timur,” pinta Ardiansyah Sulaiman saat peresmian JPP Simpang Perdau – Tepian Langsat sepanjang 18,6 km, Rabu 19 Agustus 2026.
Tanaman-tanaman dimaksud antara lain ulin, ipil, meranti, rengas, bengkirai dan kapur.
“Kalau perlu durian, langsat, rambai tanam kembali,” seru Ardiansyah lagi.
Jika keanekaragaman hayati ini biasa diwujudkan, maka sepanjang jalur ini akan menjadi lebih indah dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Pohon-pohon itu sejatinya berdiri lebat dan kokoh sebelum keberadaan operasional tambang batu bara tersebut. Saat ini, dengan telah berfungsinya jalan yang lebih mulus dan nyaman, maka waktunya untuk melestarikan dan mengembalikan kembali pohon-pohon endemik Kutai Timur itu.
“Mohon Pak Gubernur tadi saya mendahului. Saya yakin kalau nanti Pak Gubernur bicara, maka pohon-pohon itu pasti akan segera ditanam kembali,” rayu Ardiansyah.
Benar saja, saat didaulat memberi arahan sebelum peresmian jalan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan dukungannya untuk usulan tersebut.
“Saya sangat setuju dengan usulan Pak Bupati. Pohon endemik Kaltim harus segera ditanam di sepanjang kirii dan kanan jalan ini. KPC bisa lakukan dengan Program TJSL-nya,” tegas Rudy Mas’ud.
Jalur ini akan menjadi penghubung jalur Sangatta ke Wahau dan Berau, bahkan hingga ke provinsi tetangga Kalimantan Utara. Jalan mulus ini akan membantu kelancaran arus distribusi barang dan orang. (Le)