Seno Aji Minta Industri Batu Bara Bukan Cuma Bisa Mengeruk
JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji meminta industri pertambangan batu bara tidak berhenti pada pencapaian produksi dan kontribusi ekonomi, tetapi juga memperkuat manfaat langsung bagi masyarakat Kaltim.Pesan itu disampaikan Seno saat bertemu dengan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) di Menara Kuningan Building, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).Di hadapan jajaran APBI, Seno memaparkan posisi Kaltim sebagai salah satu penopang utama produksi batu bara nasional. Produksi batu bara Kaltim tercatat 336,3 juta ton pada 2023, kemudian melonjak menjadi 372,1 juta ton pada 2024.Pada 2025, produksi sedikit terkoreksi menjadi 360,2 juta ton. Meski turun dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih berada di atas capaian 2023 dan menyumbang sekitar 43-46 persen produksi batu bara nasional.“Pada tahun 2025 menjadi 360,2 juta ton, dan tetap di atas capaian 2023. Setara 43-46 persen produksi batubara nasional,” jelas Seno.Menurutnya, geliat industri batu bara Kaltim juga dibarengi perubahan struktur perizinan. Kontribusi kelompok Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) terus meningkat, sementara porsi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menurun seiring transisi dan berakhirnya sejumlah kontrak.Di tengah perubahan tersebut, Seno menilai hubungan pemerintah daerah dan pelaku usaha harus semakin kuat. Bukan hanya untuk menjaga produksi, tetapi juga memastikan aktivitas pertambangan berjalan dengan tata kelola yang baik.“Perlu sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama koordinasi berkelanjutan terkait perizinan, tata kelola lingkungan, dan hilirisasi untuk menjaga keberlanjutan produksi daerah,” ujarnya.Seno kemudian menggarisbawahi satu hal yang dinilai tak kalah penting: masyarakat dan pekerja Kaltim harus ikut merasakan manfaat dari besarnya aktivitas pertambangan.APBI-ICMA sendiri memiliki 155 perusahaan anggota, terdiri dari 94 perusahaan produsen dan 61 perusahaan penunjang. Kontribusi para anggotanya mencapai sekitar 68,2 persen dari produksi batu bara nasional.Dengan skala industri sebesar itu, Seno berharap perusahaan anggota APBI memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal.“Saya minta untuk APBI agar tidak memutus hubungan kerja karyawan di Kaltim dan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat di Kaltim,” tegasnya.Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah tantangan industri batu bara yang terus menghadapi perubahan pasar, struktur perizinan, tuntutan lingkungan, hingga kebutuhan transformasi ekonomi daerah.Besarnya produksi batu bara harus berjalan beriringan dengan manfaat yang lebih luas. Industri pertambangan diharapkan tidak hanya menjadi mesin produksi dan penerimaan daerah, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga.Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum APBI-ICMA periode 2024-2027 Ir Priyadi, Kabid Pertambangan ESDM Kaltim Achmad Prannata, Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani, Direktur Operasional PT BKS, Wakil Ketua Umum ESG APBI serta anggota Komite GMP APBI.