Subscribe

Selamatkan Delta Mahakam, Pemprov Kaltim Genjot Rehabilitasi Mangrove Plus Cuan Lewat “Silvofishery”

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur lewat Dinas Kehutanan (Dishut) lagi gencar banget mengedukasi warga pesisir. Misinya satu: menyelamatkan kawasan hutan mangrove di Delta Mahakam dari kerusakan lingkungan sekaligus menekan angka deforestasi.

Plt. Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, menegaskan bahwa penyuluhan ini krusial banget biar enggak ada lagi aksi buka lahan secara liar oleh oknum masyarakat.

Untuk mempercepat pemulihan lingkungan ini, Pemprov Kaltim bahkan sudah membentuk Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai ujung tombak di lapangan. Tugas mereka adalah menata ulang kawasan yang terlanjur berubah fungsi jadi tambak komersial.

“Melalui forum tersebut kami memprogramkan penanaman kembali mangrove secara rutin, karena tanaman ini menghasilkan oksigen berkualitas serta menyerap karbon yang diakui oleh Bank Dunia,” ujar Rusmadi, Kamis (2/7).

Tambak Ramah Lingkungan: Tetap Cuan, Alam Aman!

Kerennya, proyek penyelamatan lingkungan ini enggak bakal mematikan mata pencaharian warga. Pemprov Kaltim punya strategi jitu dengan menerapkan konsep Silvofishery alias tambak harmoni.

Konsep ini mengawinkan budidaya perikanan dengan pelestarian mangrove. Jadi, warga lokal tetap bisa panen komoditas bernilai tinggi seperti:

  • Udang windu
  • Kepiting
  • Ikan kelolaan secara berkelanjutan.

“Masyarakat juga kami berikan kewenangan mengelola lahan perhutanan sosial seluas lima hektare per warga agar pemanfaatannya terarah,” tambah Rusmadi.

Syaratnya, warga harus bergabung dalam kelompok tani resmi agar seluruh aktivitas pemanfaatan lahan tetap terpantau dan sesuai guide dari pemerintah.

Bagi-Bagi Bibit Gratis: Dari Durian Elai Sampai Pohon Meranti

Tak cuma urusan pesisir, Dishut Kaltim juga membagikan berbagai macam bibit tanaman unggul secara gratis kepada warga. Komoditas yang dipilih adalah jenis pohon yang bernilai ekonomi tinggi tapi punya kemampuan menyerap karbon maksimal.

Beberapa tanaman yang jadi prioritas antara lain aren, kopi, karet, jengkol, durian elai, hingga tanaman pangan seperti cabai.

Bukan cuma itu, pohon keras endemik seperti meranti juga ikut ditanam agar tidak punah. Menariknya, aktivitas penanaman pohon hutan ini bahkan bisa dikombinasikan secara kreatif dengan sektor peternakan sapi. Langkah win-win solution banget, kan? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *