Pemprov Kaltim Gerak Cepat, 13 Ton Lebih Kebutuhan Pokok Dikirim ke Mahulu
Samarinda – Pasokan kebutuhan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tak boleh terputus hanya karena alasan Sungai Mahakam surut akibat kemarau.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengerahkan enam truk untuk mengirim 9,7 ton beras dan sekitar 3,45 ton komoditas pasar melalui jalur darat menuju wilayah Mahulu, terutama Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.
Pengiriman ini menjadi langkah cepat pemerintah menghadapi terganggunya distribusi melalui jalur sungai akibat debit Sungai Mahakam yang terus menyusut.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan kondisi geografis dan cuaca tidak boleh membuat masyarakat di wilayah hulu kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.
“Kondisi sungai yang surut jangan sampai membuat distribusi terhenti,” kata Rudy usai melepas bantuan, Senin (17/8/2026).
Menurut Rudy, perjalanan menuju Long Apari dan Long Pahangai memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, distribusi tidak berhenti pada tahap pemberangkatan, tetapi harus dipastikan sampai ke tangan masyarakat.
Pemprov Kaltim meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta unit pelaksana teknis dinas (UPTD) terkait ikut mengawal perjalanan bantuan hingga tujuan.
“Jalurnya memang tidak mudah. Kita minta dikawal sampai benar-benar tiba di masyarakat. Jangan sampai barang sudah diberangkatkan, tetapi terkendala di tengah perjalanan,” tegasnya.
Di tengah persoalan distribusi pangan, Pemprov Kaltim juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Rudy menyebut pemerintah akan mempertimbangkan rekayasa cuaca apabila hujan belum turun hingga 22–27 Agustus.
“Kalau sampai 22 sampai 27 Agustus belum juga ada hujan, kita akan siapkan langkah rekayasa cuaca. Ini bagian dari antisipasi terhadap dampak kekeringan dan potensi karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kaltim Ujang Rachmad menjelaskan pengiriman bantuan dibagi dalam dua skema, yakni operasi pasar dan cadangan pangan pemerintah.
Untuk operasi pasar, pemerintah menyiapkan 330 sak beras premium ukuran 5 kilogram, 600 kemasan minyak goreng 2 liter, 1.200 kilogram gula pasir, 720 tabung elpiji 3 kilogram, serta 200 tabung elpiji 12 kilogram.
Total komoditas operasi pasar tersebut mencapai sekitar 3,45 ton dan akan dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Sementara itu, bantuan cadangan pangan pemerintah berupa 2.400 sak beras dengan total sekitar 9,7 ton disalurkan secara gratis kepada masyarakat.
“Untuk cadangan pangan, beras ini memang disiapkan sebagai bantuan kepada masyarakat. Sementara komoditas lainnya kita dorong melalui operasi pasar supaya kebutuhan tetap tersedia dan masyarakat bisa mendapatkan dengan harga yang terjangkau,” jelas Ujang.
Ia memastikan pengiriman tersebut merupakan tahap awal. Pemerintah akan memantau kondisi di lapangan untuk menentukan apakah diperlukan distribusi lanjutan.
Pengiriman melibatkan sejumlah perangkat daerah Pemprov Kaltim bersama Bulog, PT Pertamina Patra Niaga dan PT MBS.
“Yang kita jaga bukan hanya barangnya sampai, tetapi bagaimana kebutuhan masyarakat tetap tersedia selama akses distribusi masih menghadapi kendala,” pungkas Ujang.