Sangat Membantu Warga Perbatasan, Masyarakat Long Pahangai Harapkan Kunjungan Dokter Spesialis dan Cek Kesehatan Gratis Digelar Rutin
Mahakam Ulu, nusaetamnews.com : Warga kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mendesak hadirnya pelayanan dokter spesialis dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara berkala. Kehadiran layanan medis intensif ini dinilai sangat krusial untuk memudahkan akses kesehatan masyarakat lokal.
Salah seorang warga Long Pahangai, Rizka Lun, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anak yang menerjunkan layanan CKG di sela-sela kemeriahan Festival Hudoq Pekayang pada 20-22 Oktober 2026.
Rizka berharap pelayanan dokter spesialis tidak hanya hadir saat perayaan festival atau momentum tertentu saja. Pasalnya, letak geografis permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Mahakam kerap menyulitkan mobilitas menuju Puskesmas Long Pahangai yang berlokasi di area perbukitan, terutama bagi kalangan lanjut usia.
Kehadiran dokter spesialis anak juga dirasa sangat membantu para orang tua untuk memeriksakan kondisi tumbuh kembang buah hati mereka tanpa perlu menempuh perjalanan jauh yang memakan energi dan biaya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Mahakam Ulu bekerja sama dengan Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu (GSM) menerjunkan tim medis lintas disiplin. Selain dokter spesialis, program CKG menyediakan layanan dokter umum, dokter gigi, hingga pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Kepala Bidang Pelayanan Promosi dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Mahulu, Regina Hunyang, menjelaskan bahwa CKG merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendekatkan jangkauan fasilitas kesehatan ke kawasan perbatasan.
Posko kesehatan gratis yang beroperasi sejak 18 hingga 22 Oktober 2026 ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah hingga masyarakat umum. Upaya penjemputan bola ini diharapkan dapat mendeteksi dini faktor risiko penyakit sekaligus mengedukasi warga agar makin peduli terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin.(ant/one)