Subscribe

Cegah Stunting dan Anemia, Dinkes Kaltim Gencar Bagikan Obat Cacing dan Edukasi Pola Hidup Bersih

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus tancap gas menekan angka kasus infeksi kecacingan yang menyasar anak usia sekolah dan balita. Langkah antisipasi ini dilakukan melalui pembagian obat cacing secara berkala serta penguatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa masalah kecacingan tidak boleh dipandang sebelah mata. Dampaknya dinilai langsung mengancam kualitas tumbuh kembang generasi muda di “Bumi Etam”.

Dalam Rapat Koordinasi Program NTDs Filariasis Kecacingan Tingkat Provinsi Kaltim, Andi menyampaikan bahwa infeksi kecacingan yang dibiarkan dapat mengganggu penyerapan nutrisi tubuh, memicu anemia, hingga menghambat pertumbuhan fisik anak. Kondisi ini bahkan berkontribusi pada risiko terjadinya stunting serta menurunkannya konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Tingginya indikator kasus kecacingan juga menjadi penanda bahwa kebersihan lingkungan serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat masih harus ditingkatkan.

Oleh karena itu, Dinkes Kaltim memadukan intervensi medis dengan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Anak-anak dibiasakan untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, serta selalu menggunakan alas kaki saat bermain atau beraktivitas di luar rumah.

Andi menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi lintas sektor. Puskesmas dan petugas sanitasi bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan kawasan, sekolah memfasilitasi sarana sanitasi yang layak, sedangkan orang tua memegang peran kunci dalam mengawasi kebiasaan anak di rumah.

Sinergi terpadu ini diharapkan mampu menekan risiko penularan kecacingan secara signifikan, sehingga kesehatan fisik dan prestasi akademik anak-anak Kalimantan Timur dapat terjaga secara maksimal.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *