Pantun Hetifah untuk Rudy Mas’ud, Yakin Kaltim Pasti Berkembang
SAMARINDA – Suasana Pendopo Lamin Etam sejenak mencair ketika Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian membuka sambutannya dengan sebuah pantun.
“Di Sungai Mahakam melintas sampan, tenang melaju menuju seberang. Kaltim kini jadi pusat perhatian, di tangan Pak Harum Kaltim pasti berkembang.”
Pantun sederhana itu langsung mengundang tepuk tangan. Bukan sekadar pembuka acara, tetapi menjadi simbol optimisme pada pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur.
Hetifah meyakini dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kaltim menjadi modal besar bagi suksesnya sensus. Terlebih, Gubernur Rudy Mas’ud dinilainya memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang memahami betapa pentingnya data dalam mengambil keputusan.
“Kalau kepala daerah sudah mendukung, apalagi Pak Rudy seorang pengusaha, saya optimistis Sensus Ekonomi akan berhasil,” ujarnya.
Di balik keyakinannya itu, Hetifah mengaku terkesan dengan gaya kepemimpinan Rudy Mas’ud yang menurutnya selalu berbicara berdasarkan angka, bukan sekadar retorika. Dalam berbagai kesempatan, gubernur dinilai mampu menguraikan data tentang perkebunan sawit, produksi CPO, batu bara, luas hutan, hingga tantangan ekonomi seperti ancaman pemutusan hubungan kerja.
“Saya kaget, beliau bisa hafal banyak data. Jarang kepala daerah seperti ini,” katanya.
Namun, di balik optimisme itu, Hetifah mengingatkan bahwa Rudy Mas’ud memimpin Kalimantan Timur di tengah situasi yang tidak mudah. Tekanan fiskal daerah, kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, hingga gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah menjadi tantangan yang harus dihadapi.
“Beliau kurang beruntung menjadi kepala daerah di tengah era ketidakpastian. Banyak sekali tantangannya,” ucapnya.
Meski demikian, Hetifah percaya keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghasilkan kebijakan yang biasa-biasa saja. Justru, dengan data yang akurat dari Sensus Ekonomi 2026, pemerintah daerah diyakini dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.
“Data hasil sensus akan menjadi pijakan penting. Saya yakin Pak Gubernur akan melakukan yang terbaik. Meski anggaran terbatas, keputusan yang diambil tetap berkualitas. Saya tahu tidak mudah menjadi kepala daerah sekarang, tetapi beliau tetap bersemangat, antusias, dan berani mengambil keputusan,” tuturnya.
Di Pendopo Lamin Etam sore itu, pantun tentang Sungai Mahakam bukan hanya rangkaian kata-kata. Ia menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, seperti sampan yang melaju tenang menyeberangi sungai, membutuhkan arah yang jelas. Dan arah itu, dimulai dari data yang akurat.