Subscribe

OIKN Siapkan Peta Jalan, Berobat Tak Perlu ke Luar Negeri

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan lompatan besar di sektor kesehatan. IKN tak ingin sekadar memiliki rumah sakit, tetapi membangun ekosistem layanan kesehatan yang membuat masyarakat tak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri.
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin mengatakan konsep kesehatan di IKN akan berbeda dari pola layanan yang selama ini berjalan di daerah lain.
Salah satu perubahan utama ialah menggeser peran puskesmas dari layanan yang dominan kuratif menjadi garda terdepan pencegahan penyakit.
“Konsep pelayanan kesehatan masyarakat saat ini bukan hanya soal pengobatan, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang preventif dengan langkah promotif,” kata Alimuddin.
Menurut dia, puskesmas di IKN nantinya lebih banyak berfungsi untuk menjaga masyarakat tetap sehat melalui edukasi, pencegahan, deteksi dini, hingga penguatan pola hidup sehat.
Alimuddin mengakui, selama ini puskesmas kerap diposisikan sebagai tempat berobat ketika masyarakat sudah sakit. Pola tersebut dinilai perlu diubah seiring hadirnya rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap di IKN.

Dia pun menceritakan kondisi puluhan tahun lampau saat dirinya bertugas sebagai lurah di Penajam Paser Utara. Menurutnya, saat itu puskesmas dibangun karena belum ada rumah sakit.

Sekarang, ketika rumah sakit berkualitas dan bertaraf internasional sudah hadir di IKN, maka fungsi puskesmas sudah harus berubah. Lebih pada edukasi dan pencegahan.

“Rumah sakit IKN akan menjadi rumah sakit yang paripurna dengan keunggulan masing-masing,” ujarnya.

Targetnya bahkan lebih tinggi. OIKN ingin rumah sakit di IKN memiliki standar pelayanan yang mampu menandingi pusat layanan kesehatan di kawasan Asia Tenggara seperti Penang dan Kuala Lumpur.
“Tidak usah berobat ke luar negeri,” tegas Alimuddin.
Untuk mewujudkan target tersebut, OIKN kini menyusun peta jalan layanan kesehatan IKN. Penyusunannya membutuhkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk dukungan organisasi profesi seperti Persakmi dan IDI.

Menurutnya, pembangunan layanan kesehatan IKN tidak bisa hanya mengandalkan gedung rumah sakit dan tenaga medis. Sistemnya harus dibangun dari hulu hingga hilir agar masyarakat mendapatkan layanan yang berkualitas sekaligus mencegah penyakit sebelum membutuhkan perawatan serius.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud sangat mendukung rencana tersebut. Menurutnya, jika fasilitas kesehatan berkualitas sudah tersedia di IKN, masyarakat Kaltim tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk berobat ke luar negeri.

“Di sini sudah ada yang paripurna bin perfekto, ngapain lagi kita ke Penang, ngapain lagi kita ke Singapura,” ujar Rudy.
Dengan konsep itu, IKN tak hanya diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai kawasan yang membangun standar baru pelayanan kesehatan yakni mencegah sebelum mengobati dan menghadirkan layanan berkelas internasional di dalam negeri. (lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *