Langkah Konkret Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Kaltim dan Kaltara Pasca Karhutla
Samarinda, nusaetamnews.com : Menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan yang sempat melanda kawasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Kodam VI/Mulawarman mengambil langkah cepat lewat program pemulihan ekosistem. Tak sekadar fokus pada pemadaman, pemulihan kawasan yang kehilangan tutupan vegetasi kini menjadi prioritas utama demi mengembalikan fungsi ekologis wilayah terdampak.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengungkapkan bahwa gerakan penanaman pohon kembali mulai masif dilakukan sepanjang bulan ini. Area fokusnya mencakup bekas lahan terbakar, lahan kritis yang gundul, hingga kawasan strategis seperti bantaran sungai. Langkah ini dieksekusi secara bertahap melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, tokoh agama, hingga partisipasi aktif masyarakat lokal.
Selain akselerasi reboisasi, optimalisasi infrastruktur air menjadi strategi kunci dalam menghadapi potensi risiko kemarau panjang. Embung-embung yang ada kembali diaktifkan untuk menjaga ketersediaan cadangan air kawasan. Di saat yang sama, jaringan sumur bor difungsikan secara multifungsi, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sehari-hari tetapi juga sebagai pasokan darurat jika sewaktu-waktu titik api kembali muncul.
Di luar pendekatan teknis dan fisik, elemen spiritual turut dihadirkan lewat pelaksanaan doa bersama serta shalat istisqa secara serentak di wilayah Kaltim dan Kaltara. Pendekatan holistik ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga alam membutuhkan kerendahan hati dan kepedulian bersama.
Pesan utamanya jelas, keberlanjutan lingkungan bukan semata tugas pemerintah atau aparat kepolisian dan militer. Kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber air, merawat pohon, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar adalah fondasi utama agar bencana serupa tidak terus berulang di masa depan. (ant/one)