Naik Kelas! Kemenperin dan Pemkab Kutim Kolaborasi Targetkan 150 UMKM Kantongi Sertifikasi Halal
Sangatta, nusaetamnews.com : Angin segar berembus bagi para pelaku usaha lokal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui UPT Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda resmi menggandeng Pemkab Kutim untuk memfasilitasi pelatihan sertifikasi halal demi memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM daerah agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.
“Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda Kemenperin RI dan Pemkab Kutim menjalin kerja sama untuk pengembangan UMKM ke depan,” ujar Nora di Sangatta, Selasa (2/6/2026).
Bukan cuma soal halal, kerja sama ini juga mencakup paket lengkap: pelatihan sertifikasi, peningkatan kompetensi laboratorium bagi aparatur, hingga penerapan konsep industri hijau (green industry) sebagai standar pembangunan pabrik ke depan.
Kejar Target 230 UMKM Tersertifikasi di 2026
Sertifikasi halal ini digulirkan melalui Program Sehati (Sertifikasi Halal Terpadu Industri Halal) yang diinisiasi oleh Pusat Industri Halal (PIH) Kemenperin. Di Kutim sendiri, program ini menyasar pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di sektor makanan, minuman, kosmetik, kerajinan, hingga tekstil.
Langkah ini diambil untuk mendongkrak performa produk lokal di pasar nasional maupun global:
- Kondisi 2025: Dari total 250 UMKM yang terdaftar di Kutim, baru 80 UMKM yang mengantongi sertifikat halal.
- Target Akhir 2026: Membidik total 230 UMKM tersertifikasi.
- Agenda Tahun Ini: Kejar tayang memfasilitasi tambahan 150 UMKM baru lewat pelatihan kolaboratif ini.
Pendampingan End-to-End Sampai Sertifikat Terbit
Agar para pelaku usaha tidak bingung dengan urusan birokrasi, pelatihan tahun ini akan memberikan pendampingan penuh dari hulu ke hilir. Materi dan fasilitas yang diberikan meliputi:
- Sosialisasi dan pelatihan cara praktis mengurus dokumen.
- Pendampingan langsung (coaching) dari tenaga ahli halal.
- Proses pemeriksaan dan audit produk secara transparan.
- Pengawalan administrasi hingga sertifikat resmi terbit.
Angkat Potensi Komoditas Ekspor Kutim
Nora optimis, dengan adanya support system langsung dari Kemenperin, sektor UMKM di Kutim bakal berkembang pesat dan makin dikenal luas.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim UPT Kemenperin Samarinda yang mau jemput bola turun langsung ke lapangan. Terlebih lagi, Kutim punya potensi pertanian luar biasa yang sudah menembus pasar internasional, salah satunya adalah komoditas ekspor andalan: pisang kepok grecek. (ant/one)