Subscribe

Investasi Rp13 Triliun, PLTA Batoq Kelo Mahulu Bakal Aliri 300 Ribu Rumah hingga Pasok IKN

3 minutes read

Mahakam Ulu, nusaetamnews.com :  — Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) membuktikan posisinya sebagai wilayah strategis untuk pembangunan hijau di Kalimantan Timur. Melalui mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun, Mahulu siap menjadi motor penggerak energi bersih di masa depan.

Proyek bernilai investasi Rp13 triliun dengan kapasitas 300 Megawatt (MW) ini baru saja melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada 25 Mei 2026 lalu, dan ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menegaskan komitmennya agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton dalam proyek raksasa ini.

“Kami mendorong agar masyarakat Mahulu dapat menjadi bagian dari pembangunan proyek ini, sehingga sumber daya manusia lokal dapat terserap dan turut merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk,” ujar Angela Idang di Mahulu, Selasa (2/6/2026).

Menurut Angela, setidaknya ada tiga jackpot manfaat besar yang dibawa oleh proyek PLTA Batoq Kelo ini:

1. Manfaat Energi: Bye-Bye Mati Lampu, Siap Sokong IKN

Dari kapasitas 300 MW yang dihasilkan, PLTA ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan listrik sekitar 300.000 rumah tangga di Kaltim.

  • Andalan IKN: Energi bersih ini digadang-gadang menjadi pemasok utama untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
  • Kawasan Industri & Tambang: Menjaga stabilitas pasokan listrik di sektor industri agar bebas dari drama biarpet.
  • Ramah Lingkungan: Sebagai sumber energi terbarukan (EBT) bebas polusi, proyek ini mendukung penuh target Indonesia menuju bebas emisi karbon (net zero emission).

2. Manfaat Infrastruktur: Buka Keterisolasian Lewat Jalan Baru 122 Km

Dampak turunannya tidak main-main. Untuk mendukung proyek PLTA, jalan baru sepanjang 122 kilometer (km) akan dibangun, menghubungkan Kabupaten Mahulu langsung ke Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Keberadaan jalan baru tentu akan membuka keterisoliran desa-desa di daerah hulu Mahakam hingga Kaltara. Ini akan mempercepat aktivitas warga, mempermudah angkutan hasil bumi, serta membuka akses kesehatan dan pendidikan yang lebih baik,” jelas Angela.

3. Manfaat Ekonomi & Sosial: Serap Ribuan Pekerja & Peluang Bisnis

Selama masa konstruksi lima tahun ke depan hingga waktu operasionalnya nanti, proyek ini diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja. Pemkab Mahulu bahkan sudah pasang badan dan berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk memprioritaskan pekerja lokal.

Selain mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehadiran proyek ini otomatis menghidupkan ekosistem bisnis baru di sekitarnya, seperti:

  • Usaha kuliner dan warung makan.
  • Penginapan dan homestay.
  • Sektor perdagangan dan jasa pendukung.
  • Potensi Wisata Baru: Pemandangan alam di sekitar bendungan PLTA yang estetik berpotensi dikembangkan menjadi destinasi traveling baru.

“PLTA ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Mahulu, tetapi juga menjadi sumber energi ramah bagi seluruh masyarakat Kaltim,” pungkas Angela. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *