Subscribe

Masih Ada yang Bandel, DLH Samarinda Angkut 3 Karung Jeroan Kurban dari Sungai Karang Mumus

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Persoalan klasik pencemaran lingkungan kembali mewarnai momen Iduladha di Samarinda. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengevakuasi tiga karung limbah jeroan hewan kurban yang sengaja dibuang oleh oknum warga ke aliran Sungai Karang Mumus.Temuan ini menjadi ironi, mengingat Pemkot Samarinda telah menggencarkan sosialisasi dan menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota terkait tata cara pengelolaan limbah kurban sebelum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.Begitu mendapat laporan, tim DLH langsung menerjunkan perahu operasional untuk mengangkat karung-karung berisi jeroan tersebut dari sungai. Limbah kemudian dibawa ke TPA Sambutan untuk ditimbun sesuai prosedur keamanan lingkungan.Temuan di Sungai dan TPS LiarKepala DLH Samarinda, Suwarso, mengonfirmasi bahwa selain di Sungai Karang Mumus, petugas juga menemukan pelanggaran serupa di lokasi lain.Lokasi 1: Aliran Sungai Karang Mumus (3 karung jeroan).Lokasi 2: Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ilegal di kawasan Ring Road Lempake.”Limbah jeroan ini cepat membusuk dan isinya kotoran. Kalau dibuang sembarangan, tentu bisa merusak dan mencemari lingkungan,” tegas Suwarso, Senin (1/6/2026).Aturan Resminya: Wajib Ditanam!Suwarso mengingatkan kembali bahwa berdasarkan SE Wali Kota Samarinda, penanganan limbah pemotongan hewan kurban diatur secara ketat demi mencegah pencemaran udara dan air.Prosedur Baku: Jeroan dan limbah organik kurban wajib ditanam di dalam tanah.Kedalaman Minimal: Minimal 50 sentimeter dari permukaan tanah.Tren Pelanggaran Menurun, tapi Perilaku Masih Jadi PRMeskipun masih ditemukan pelanggaran, DLH mencatat adanya tren positif. Secara volume, total sampah selama Iduladha tahun ini relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan ekstrem seperti momen Idulfitri. Jumlah limbah kurban yang dibuang ke sungai juga diklaim menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.Namun, keberadaan tiga karung jeroan di Karang Mumus menjadi alarm keras bahwa edukasi perubahan perilaku masyarakat masih menjadi tantangan besar. DLH menegaskan, menjaga kebersihan sungai tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan, melainkan butuh kedisiplinan kolektif dari seluruh panitia kurban di Samarinda. (ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *