Subscribe

Kerukunan akan Jadi Modal Utama Kaltim Songsong IKN

3 minutes read

PENAJAM – Di tengah laju pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup. Stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama dinilai menjadi modal paling penting agar Kaltim tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman sebagai gerbang ibu kota negara.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kaltim 2026 yang dibuka Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Graha Pemuda, Penajam Paser Utara, Rabu (15/7/2026) malam.

Mengusung tema penguatan sinergi untuk merawat kerukunan dan keberlangsungan IKN menuju Indonesia Emas 2045, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi para tokoh agama dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni di tengah dinamika pembangunan yang semakin cepat.

Seno Aji menilai keberhasilan Kaltim ditunjuk sebagai lokasi IKN tidak hanya karena faktor geografis dan ketersediaan lahan, tetapi juga karena daerah ini memiliki rekam jejak yang baik dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan toleran.

“Kondisi aman dan kondusif yang kita nikmati hari ini tidak lahir begitu saja. Ada peran besar para tokoh agama dan FKUB yang terus membangun dialog serta menjaga komunikasi lintas umat,” kata Seno.

Menurutnya, kerukunan yang terpelihara selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kaltim dalam menghadapi berbagai tantangan sosial akibat arus investasi, perpindahan penduduk, dan percepatan pembangunan yang akan semakin masif seiring perkembangan IKN.

Ia menyebut FKUB memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi sekaligus sistem peringatan dini terhadap potensi gesekan di masyarakat. Karena itu, keberadaan forum tersebut harus terus diperkuat hingga ke daerah-daerah.
Seno juga menyoroti capaian Kaltim yang meraih Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas keberhasilan daerah menjaga kehidupan beragama yang harmonis.

“Kerukunan adalah aset yang harus dijaga bersama. Jangan sampai pembangunan yang besar justru mengabaikan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Kaltim,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, Pemprov Kaltim mendorong sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kelembagaan FKUB, pengembangan Kampung Kerukunan, pendidikan toleransi bagi generasi muda, hingga pemanfaatan media digital untuk menyebarkan nilai moderasi beragama.

Seno berharap forum tersebut tidak berhenti pada seremonial, tetapi menghasilkan langkah konkret yang mampu menjaga Kaltim tetap menjadi daerah yang damai di tengah transformasi besar menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.
“IKN membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Jika kerukunan terjaga, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat, masyarakat lebih sejahtera, dan Kaltim bisa menjadi contoh harmoni bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.

Rakor FKUB se-Kaltim 2026 dihadiri kepala daerah, wakil kepala daerah, jajaran Badan Kesbangpol, serta pengurus FKUB dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya koordinasi dan penguatan sinergi menjaga kerukunan di Benua Etam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *