Hilang 5 Hari di Hutan IKN, Pemburu Asal Sepaku Ditemukan Selamat 8,5 KM dari Lokasi Awal
Balikpapan, nusaetamnews.com ; Operasi penyelamatan dramatis di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuahkan hasil manis. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan seorang pemburu bernama Rofik (40) dalam kondisi selamat, setelah dinyatakan hilang selama lima hari di lebatnya hutan HPH milik PT ITCI Kartika Utama, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Warga RT 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku ini sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/5/2026) sore saat berburu hewan liar bersama rekannya, Dewa, di kawasan KM 41.
“Hingga Minggu (24/5/2026) malam, korban belum keluar dari kawasan hutan. Rekan korban kemudian menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa Rofik hilang,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan, Jumat (29/5/2026).
Laporan tersebut baru resmi diterima Kantor SAR Balikpapan pada Rabu (27/5/2026) siang, yang langsung direspons dengan pengerahan tim ke lapangan.
Sisir Jalur Darat dan Terbangkan Drone Thermal
Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (28/5/2026), tim SAR gabungan melakukan briefing taktis untuk membagi area pencarian ke beberapa sektor. Mengingat medan hutan IKN yang cukup rapat, tim mengombinasikan metode pelacakan tradisional dan teknologi modern.
Berikut alur eksekusi dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan:
- Penyisiran Darat: Tim berjalan kaki menyusuri jalur setapak yang biasa dilalui korban, dibantu armada kendaraan operasional dari BPBD PPU.
- Pantauan Udara: Petugas menerbangkan drone thermal (pendeteksi suhu tubuh) untuk memindai area hutan dari atas guna mempercepat pelacakan koordinat korban.
- Peralatan Pendukung: Truk personel, mobil Damkar PPU, alat komunikasi satelit, dan peralatan medis darurat.
Ditemukan Kelaparan dan Mengalami Dehidrasi
Setelah pelacakan intensif, mukjizat terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.25 WITA. Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi posisi Rofik yang terduduk lemas di tengah hutan.
Korban ditemukan bertahan hidup pada jarak sekitar 8,5 kilometer dari titik perkiraan awal tempat ia menghilang. Saat dievakuasi, kondisi fisik Rofik dalam keadaan selamat, namun mengalami dehidrasi berat dan kelelahan setelah berhari-hari kehabisan bekal di dalam hutan.
Rofik langsung dilarikan ke Posko SAR Gabungan untuk mendapatkan penanganan medis pertama dan pemulihan cairan tubuh, sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga yang sudah menunggu cemas.
Sinergi Lintas Sektor, Operasi Resmi Ditutup
Keberhasilan evakuasi ini merupakan buah dari sinergi masif yang melibatkan puluhan personel gabungan, mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD PPU, Damkar PPU, DPKP Pos Maridan, Pospol dan Bhabinkamtibmas Maridan, aparat Desa Telemow, pihak PT ITCI, Otorita IKN, hingga masyarakat dan keluarga korban.
“Setelah ditemukannya korban, SAR gabungan menggelar evaluasi akhir dan resmi menutup operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan,” tutup Dody Setiawan menyampaikan apresiasinya. (ant/one)