Setelah Cegat Gubernur, Kerja Sama 13 BUMDes dengan REA Kaltim Dilanjutka
SAMARINDA – Keluhan warga Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, yang sempat menghentikan laju rombongan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui serangkaian pembahasan, PT REA Kaltim Plantations sepakat melanjutkan kerja sama angkutan tandan buah segar (TBS) sawit dengan 13 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
Persoalan ini bermula pada 3 Juli 2026 ketika puluhan warga menghadang kendaraan Gubernur Rudy Mas’ud di Desa Tuana Tuha. Mereka memprotes keputusan perusahaan yang menghentikan kerja sama angkutan sawit dengan 13 BUMDes sejak 1 Juli.
Saat itu Rudy Mas’ud langsung turun menemui warga. Di hadapan masyarakat, Rudy Mas’ud berjanji akan memanggil pihak perusahaan agar kemitraan yang selama ini berjalan bisa kembali dilanjutkan.
Janji tersebut kini mulai terwujud. Dalam Morning Briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (13/7), Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir melaporkan telah tercapai kesepakatan antara PT REA Kaltim dan para BUMDes.
“Alhamdulillah ini kabar baik. Saya setuju masyarakat lokal yang diutamakan. Bukan malah dikurangi, apalagi diputus kerja samanya,” kata Rudy Mas’ud.
Kesepakatan yang dicapai melalui rapat maraton secara daring pada 8–9 Juli itu memastikan seluruh 13 BUMDes tetap menjadi mitra angkutan sawit PT REA Kaltim. Perusahaan juga akan membagi pekerjaan angkutan secara proporsional bersama PT Rastra Kreasi Buana (RKB), tanpa mengurangi jumlah BUMDes yang terlibat.
Selain itu, setiap mitra akan memperoleh alokasi minimal volume pekerjaan dengan ketentuan yang sama. Besaran pekerjaan akan disesuaikan dengan kondisi produksi, cuaca, dan kelancaran operasional, serta dapat dikomunikasikan secara terbuka antarpara pihak.
Seluruh Surat Perjanjian Kerja (SPK) akan dikelola Departemen Legal PT REA Kaltim. Karena itu, seluruh BUMDes diminta mematuhi ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak kerja.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa penurunan produksi sawit dipengaruhi sejumlah areal yang memasuki masa replanting serta kondisi tanaman yang mengalami stres akibat cuaca ekstrem. Faktor itu berdampak pada berkurangnya volume angkutan.
Kesepakatan juga menekankan pentingnya keselamatan kerja. Para pengemudi diminta mengutamakan keamanan selama mengangkut hasil sawit demi keselamatan pengguna jalan.
Rapat diikuti Plt Camat Kenohan Misri, Kapolsek Kenohan, jajaran PT REA Kaltim, para kepala desa, serta perwakilan 13 BUMDes.
Rudy berharap kerja sama yang telah kembali disepakati dapat dijaga dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi semua pihak.
“BUMDes tetap mendapatkan kesempatan berusaha, perusahaan juga bisa menjalankan operasional dengan baik. Kalau kemitraan ini terjaga, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi di kawasan,” tutupnya.