Subscribe

Gubernur Rudy Mas’ud Ajak IDI Kaltim Atasi Ketimpangan Dokter Spesialis di Era IKN

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus menjadi pendorong utama pemerataan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kaltim bergerak bersama mengatasi ketimpangan akses medis dan menutupi kekurangan dokter spesialis di wilayah pelosok, agar tidak tercipta kesenjangan fasilitas kesehatan antardaerah.

Dalam pelantikan Pengurus IDI Wilayah Kaltim Masa Bakti 2025-2028 di kawasan IKN, Rudy menyoroti tantangan geografis Kaltim yang sangat luas. Kondisi ini kerap membuat pasokan dokter spesialis dan fasilitas kesehatan berkualitas terkonsentrasi di kota-kota besar saja. Oleh karena itu, sinergi IDI sangat dibutuhkan untuk memperkuat jejaring rumah sakit, memfasilitasi pemerataan tenaga medis, sekaligus menjadi mentor bagi calon dokter spesialis daerah.

Guna mengatasi persoalan ini secara mendasar, Pemprov Kaltim telah menyiapkan Program Gratispol Pendidikan. Beasiswa jenjang S1 hingga S3 ini dirancang khusus untuk mencetak dokter dan spesialis lokal secara mandiri. Langkah ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan dokter spesialis secara domestik dalam lima tahun ke depan tanpa bergantung pada pasokan luar daerah.

Tak hanya fokus pada investasi SDM, akses layanan medis dasar warga juga diperluas melalui Program Gratispol Kesehatan yang terintegrasi dengan JKN dan Jamkesda. IDI diharapkan mengambil peran aktif dalam mengawal mutu pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, memperkuat pencegahan penyakit, serta melakukan deteksi dini. Adapun kepengurusan baru IDI Wilayah Kaltim periode ini resmi dikomandoi oleh Mansyah, didampingi Andi Sofyan Hasdam sebagai Ketua Dewan Pakar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *