Subscribe

Asap Karhutla Ancam Udara Kaltim, Gubernur Larang Warga Bakar Lahan dan Sampah

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Ancaman memburuknya kualitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki musim kemarau membuat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta warga menghentikan kebiasaan membakar lahan dan sampah.
Rudy menilai pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran meluas dan asap semakin sulit dikendalikan. Ia bahkan meminta jajaran pemerintah desa turun langsung mengingatkan masyarakat.
“Lebih baik kita mencegah daripada memadamkan. Kebakaran yang meluas akan menimbulkan banyak kerugian, salah satunya asap dan pencemaran udara,” tegas Rudy saat memimpin Morning Briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (31/8/2026).
Rudy meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) segera mengirimkan surat kepada seluruh kepala desa agar memperkuat pencegahan di tingkat masyarakat.
Kepala desa diminta tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga membangun koordinasi dengan aparat di lapangan, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
“Segera lakukan langkah-langkah persuasif,” ujarnya.
Perhatian Rudy semakin serius karena kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim menunjukkan level yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), hanya Bontang yang berada dalam kategori Baik dengan skor 0–50. Sejumlah daerah lainnya berada pada kategori Sedang hingga Tidak Sehat.
Yang paling mengkhawatirkan, beberapa titik di Kutai Barat bahkan tercatat masuk kategori Berbahaya dengan skor di atas 300.
Kondisi tersebut membuat Rudy mendorong langkah perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak. Untuk wilayah yang masuk kategori berbahaya, ia menyarankan kegiatan belajar dilakukan secara daring sementara waktu.
“Untuk daerah-daerah yang masuk kategori Berbahaya, saya minta sekolah-sekolah sementara daring dulu,” katanya.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan polutan.
Menurut Rudy, persoalan udara tidak bisa hanya dilihat dari sisi kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas lain seperti pertambangan batu bara dan perkebunan juga perlu dikaji karena berpotensi memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara.
Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kaltim melakukan kajian secara menyeluruh untuk mengetahui sumber pencemar udara dan langkah penanganannya.
“Saya minta Dinas Lingkungan Hidup buat kajian komprehensif untuk masalah ini,” tegasnya.
Rudy mengingatkan masyarakat bahwa persoalan terbesar dari pembakaran bukan hanya api. Setelah api padam, asap tetap menyebar dan dampaknya sulit dikendalikan.
“Kalau kita membakar, mungkin apinya bisa padam atau kita padamkan. Tapi asapnya tidak bisa kita kendalikan. Ini akan menjadi masalah dan berbahaya bagi kesehatan,” tandasnya.
Rudy juga mengatakan persoalan karhutla akan dibahas bersama jajaran keamanan. Ia dijadwalkan bertemu Pangdam dan Kapolda Kaltim untuk membicarakan penguatan pencegahan kebakaran di lapangan.
Dengan kondisi udara yang mulai mengkhawatirkan, pemerintah kini mendorong pencegahan dari tingkat desa hingga aparat keamanan. Targetnya satu: jangan sampai pembakaran kecil berubah menjadi karhutla besar yang membuat Kaltim kembali diselimuti asap. (le)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *