Subscribe

Gratispol Pendidikan Layak Jadi Program Nasional

3 minutes read

SEMARANG – Program Gratispol Pendidikan Kalimantan Timur mulai mendapat panggung lebih luas. Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji memaparkan program unggulan tersebut dalam Forum Nasional Youth Summit 2026 di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat (21/8/2026).

Di hadapan para pelajar dan peserta forum yang digelar SDGs Center Universitas Diponegoro bersama ALJIRO-SMANSA itu, Seno menegaskan pendidikan menjadi kunci utama menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan nasional hingga global.

Ia mengungkapkan, Kaltim sebelumnya masih berada di peringkat delapan nasional dalam angka partisipasi pendidikan. Kondisi itu kemudian mendorong Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan dirinya untuk memperluas akses pendidikan melalui agenda Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.

“Kami punya program pendidikan gratis, program seragam gratis untuk jenjang SMA/SMK dan sederajat, termasuk pendidikan tinggi gratis bagi putra-putri Kaltim untuk jenjang S1, S2, dan S3,” kata Seno.

Program Gratispol Pendidikan menjadi salah satu terobosan utama. Pemprov Kaltim menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa melalui skema tersebut, sehingga persoalan biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Kaltim untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Dampaknya mulai terlihat. Pada akhir 2025, Kaltim disebut berhasil menempati peringkat pertama nasional dalam angka partisipasi pendidikan.

“Artinya, apabila seluruh pemerintah daerah memiliki komitmen terhadap pendidikan, maka kita yakin dan percaya anak-anak kita akan menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Gratispol Pendidikan mencakup pembebasan UKT bagi putra-putri Kaltim yang kuliah di 52 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim serta sejumlah perguruan tinggi di luar daerah.

Capaian tersebut bukan sekadar soal peringkat. Lebih jauh, pendidikan gratis merupakan investasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbesar peluang generasi muda Kaltim menembus persaingan yang semakin terbuka.

“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak Kaltim memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.

Seno bahkan berharap kebijakan yang diterapkan Kaltim tidak berhenti sebagai program daerah. Ia mendorong Gratispol Pendidikan dapat diadopsi menjadi program nasional sehingga akses pendidikan tinggi gratis bisa dirasakan lebih luas oleh generasi muda Indonesia.

“Kita berharap program ini juga bisa menjadi program nasional. Kaltim bisa menjadi contoh, karena Kaltim merupakan provinsi pertama yang memberikan UKT gratis bagi para mahasiswa,” katanya.

Tak hanya membebaskan biaya kuliah, Pemprov Kaltim juga memperkuat pendidikan menengah melalui program seragam gratis. Sebanyak 63.718 siswa menerima bantuan seragam pada 2025 dan 63.548 siswa pada 2026. Total penerima dalam dua tahun mencapai 127.266 siswa.

Terobosan lain disiapkan melalui program Bilingual School yang diterapkan pada 70 SMA negeri. Siswa mendapatkan pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan mereka menghadapi dunia internasional.

“Kita menyiapkan generasi muda Kaltim yang mampu bersaing di panggung internasional,” pungkas Seno.

Forum Youth Summit 2026 turut dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen Moch Abduh, Rektor Undip Suharnomo, Ketua ALJIRO SMAN 1 Semarang Mayjen TNI (Purn) H Hendardji Soepandji, Ketua Pelaksana Youth Summit 2026 Prof Bulan Prabawani, serta para pelajar peserta forum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *