Geliat Seni Bumi Etam: 12 Sanggar Bersatu Luncurkan Tari Kolosal “Hulu Rimba ke Hilir Mahakam”
Samarinda, nusaetamnews.com : Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggebrak panggung seni lokal dengan meluncurkan karya cipta tari kolosal terbaru. Langkah ini menjadi strategi taktis pemprov untuk meregenerasi talenta seni sekaligus memperkuat benteng pelestarian budaya daerah di era modern.
Peluncuran mahakarya tersebut dikemas dalam ajang Karya Cipta Tari Kolosal Tahun 2026 yang digelar meriah di halaman UPTD Taman Budaya Kaltim, Samarinda.
“Karya tari kolosal tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan tentang persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya daerah,” ujar Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Erna Rawaty Sinaga, di Samarinda, Minggu (21/6/2026).
Eksplorasi Budaya Kaltim dari Hulu ke Hilir
Karya yang menjadi magnet perhatian publik ini bertajuk “Dari Hulu Rimba ke Hilir Mahakam Bebaya Bangun Benua”. Sinopsis tarian ini menggambarkan alur perjalanan peradaban dan kebudayaan Kaltim di sepanjang aliran sungai yang sarat akan nilai tradisi.
Berikut beberapa fakta di balik layar produksi tari kolosal tersebut:
- Proses Produksi: Merupakan puncak dari inkubasi dan proses kreatif penciptaan seni tari intensif selama 19 hari pada Mei lalu.
- Kolaborator: Melibatkan sinergi dari 12 sanggar seni papan atas Kaltim, di antaranya Sanggar Seni Budaya Telabang dan Adya Karsa Dance Art.
- Representasi: Gerakan koreografi massal ini merepresentasikan kearifan lokal sekaligus simbol semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah.
Sediakan Ruang Ekspresi Tanpa Batas
Peluncuran ini dihadiri oleh lintas sektoral, mulai dari jajaran birokrat pemerintah, akademisi, pengamat seni, hingga perwakilan komunitas sanggar dari berbagai penjuru kabupaten dan kota di Kaltim.
Erna menegaskan, ajang kebudayaan berskala besar seperti ini sengaja dirancang sebagai wadah kolaborasi produktif bagi segmen pelajar dan mahasiswa. Targetnya jelas: memantik kreativitas generasi muda agar tetap bangga dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan identitas budaya Indonesia.
“Taman Budaya Kaltim memastikan seluruh pelaku budaya memiliki ruang berekspresi yang memadai untuk terus berkreasi melahirkan karya-karya baru,” pungkas Erna. (ant/one)